oleh

Soal Rektor Asing, Pemerintah Coba-coba?

indonesiakita.co – Pemerintah memastikan tetap akan menggunakan jasa rektor asing pada perguruan tinggi di Indonesia. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyebutkan bahwa nantinya langkah tersebut akan dimulai dari kampus swasta.

“Begini, dalam konteks rektor asing itu yang perlu dipahami adalah bagaimana kita akan membangun competitiveness (daya saing). Jangan dilihat asingnya. Tetapi kalau kita ingin membangun kompetensi perlu ada challenging, perlu ada tantangan. Kalau nggak ada tantangan nggak kompetisi itu,” ujarnya, hari ini di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Ia juga memaklumi jika ada penolakan dari sejumlah pihak atas kebijakan tersebut.

“Ya biasa kalau barang baru kan begitu (ditolak). Tapi lama-lama kan nggak. Pemerintah tetap mendengarkan aspirasi dari para rektor dari para penggawa itu. Tapi sekali lagi sebenarnya yang ingin dibangun oleh Pak Jokowi itu adalah competitiveness-nya membangun jiwa kompetisinya itu lebih ke sana,” ungkapnya.

Moeldoko menambahkan hal itu juga sudah didiskusikan dengan Menristekdikti M Nasir.

“Saya sudah diskusi dengan Pak Menristekdikti. Mungkin nanti akan diawali dengan perguruan swasta dulu ya. Universitas swasta dulu, dicoba dulu. Mungkin secepatnya,” papar Moeldoko.

Saat ditanya mengapa harus kampus swasta dulu untuk penempatan rektor asing, Moeldoko menjelaskan bahwa hal itu hanya sekadar percobaan dan bisa di mana saja.

“Ya namanya juga nyoba, bisa saja ke mana aja lah,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir sebelumnya menyebut Presiden Jokowi setuju dengan usulan rektor asing. Saat ini tergantung dari persiapan Kemenristekdikti untuk pelaksanaannya.

“Beliau setuju, tergantung bagaimana saya siapkan, kalau persiapan tidak bagus ya mungkin kita pending atau bagaimana,” kata Nasir usai acara pengambilan sumpah dokter baru ke 227 di Undip, Semarang, Kamis (1/8) lalu. (Waw)

Komentar

News Feed