oleh

Impor Semen, Gerindra: Ada Apa dengan Pemerintah?

indonesiakita.co – Kebijakan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto soal izin impor semen dan pembangunan pabrik semen baru dari Tiongkok di Indonesia mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya dari politisi Gerindra, Andre Rosiade.

Andre mengaku heran dengan langkah yang dilakukan tersebut. “Ada apa dengan kebijakan pemerintah? yang pertama Menteri Perdagangan membuka keran impor semen dan clinker padahal kapasitas produksi kita berlimpah bahkan nggak laku,” kata Andre di Gedung KPPU, Jakarta Pusat, kemarin.

Ia menilai, predatory pricing yang dilakukan oleh pabrik semen asal tiongkok mengancam semen lokal di pasar nasional.
“Beberapa waktu lalu industri strategis kita, Krakatau Steel di hajar habis oleh impor baja China. Saya khawatir hal yang sama akan terjadi di industri semen. Untuk itu saya secara resmi melaporkan dugaan adanya praktik jual rugi yang menyalahi pasal 20 UU Nomor 5 Tahun 1999,” tegasnya.

Andre menambahkan, bahwa saat ini industri semen nasional sedang dalam kondisi oversupply karena pasokan semen lebih besar dibandingkan permintaan pasar semen domestik. Hal ini, imbuh dia, menyebabkan pabrik-pabrik semen lokal membatasi kapasitas produksinya di kisaran 65%.

“Dalam kondisi oversupply, sepertiga kapasitas pabrik tidak bekerja namun pabrikan semen asal Tiongkok ini tetap ekspansif membuka pabrik-pabrik baru. Kami berharap pemerintah segera melakukan moratorium sampai dugaan jual rugi ini diputuskan oleh KPPU,” sambungnya.

Anggota DPR RI terpilih 2019-2024 itu mengingatkan, di saat kondisi oversupply terus berlanjut sangat mungkin produsen akan memainkan harga murah jual yang sangat rendah sehingga berpotensi mematikan pesaing lainnya.
Menurutnya, dalam jangka pendek rendahnya harga semen akan menguntungkan bagi masyarakat. Namun, dalam jangka panjang ketika kondisi monopoli terjadi justru konsumen akan dirugikan.

“Saya harap KPPU menindaklanjuti laporan ini dengan profesional demi menyelamatkan industri semen nasional daru terkaman semen Tiongkok. Selain itu saya juga mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke dalam Pansus DPR periode mendatang,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed