oleh

KPK Resmi Tahan Politisi PDIP Terkait Impor Bawang Putih

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra. Penahanan dilakukan usai pemeriksaan intensif pasca-terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

BACA JUGA
Kebakaran TPSA Belum Padam, Banyak Warga Cilegon Terkena ISPA
Kemenpora dan Kemenko PMK Bahas Sinkronisasi PON 2020
Terjebak Macet, Risma Naik Ojek Online ke Lokasi Kongres PDIP di Bali
Nyoman Dhamantra yang keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 06.26 WIB tak bersedia memberikan keterangan apa pun. Dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan tangan diborgol, Nyoman hanya melempar senyum.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Nyoman ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim).

BERITA TERKAIT
Terbang 20 Menit, Citilink Tujuan Aceh Kembali ke Kualanamu Akibat Kendala Teknis
Capim KPK Jalani Tes Profile Assessment di Lemhanas
Kemendes PDTT Dorong Pemda Kembangkan Produk Unggulan Melalui BUMDes
Bimasakti Generasi 8 Karya UGM Siap Berkompetisi di Jepang
Kasus Meikarta, KPK Agendakan Periksa Eks Presdir PT Lippo Cikarang
Promosi Wisata Bersama, Banyuwangi-Jembrana Gelar Festival Selat Bali
“INY (Nyoman) ditahan di Polres Metro Jakarta Timur,” ujar Febri saat dikonfirmasi, Jumat (9/8).

Selain Nyoman, KPK juga menahan lima tersangka lainnya. Kelima tersangka tersebut yakni, Mirawati Basri selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Mirawati, Afung dan Elviyanto ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK yang berada di belakang Gedung Merah Putih. Sedangkan Doddy Wahyudi dan Zulfikar, ditahan di Rutan Pomdan Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan,” ucap Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota DPR RI Komisi VI I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Yakni Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp 3.6 miliar dan Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp 2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor (SPI).

Komentar

News Feed