oleh

Rizal Ramli Beri Jurus ‘Jitu’ Perbaiki Krakatau Steel

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mengaku tak heran terhadap apa yang terjadi pada PT Krakatau Steel yang mengalami kerugian. Karena menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan perusahaan tersebut bisa kembali sehat.

Salah satunya adalah, dengan mengurangi defisit current account dan impor. Ia pun mengaku pernah memberikan saran kepada pemerintahagar berani melakukan kebijakan antidumping dengan menerapkan bea masuk 25 persen terhadap baja dan turunannya pada tahun lalu. Rizal menegaskan jika kebijakan itu dilaksanakan, Krakatau Steel akan untung karena produksi baja dalam negeri naik.

Adapun menurutnya, pemerintah sebaiknya juga memfokuskan pada 10 komoditas impor yang besar, khususnya baja dari Tiongkok dan mobil dari Jepang. Dimana memang, awal Oktober 2018 lalu, 67 persen baja berasal dari impor dan dijual murah di Indonesia. Tidak heran, kata Rizal, jika industri baja dalam negeri seperti Krakatau Steel merugi. “Restrukturisasi KS membuat utang sustainable tetapi tidak tingkatkan sales,” ujarnya, dikutip dari keterangannya, kemarin.

Mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB ini menambahkan, bahwa seharusnya pemerintahan memberikan kontribusi pada peningkatan penjualan baja perusahaan pelat merah, di tengah fokusnya pada proyek infrastruktur seperti yang saat ini sedang dijalankan.

“Infrastruktur digenjot dalam empat setengah tahun terakhir, maka harusnya penjualan dan keuntungan Krakatau Steel naik, tetapi yang naik malah justru impor baja dari Tiongkok, yang harganya dumping dan aturan impornya dipermudah oleh menteri perdagangan,”tukasnya.

Sebelumnya, setidaknya, ada sekitar 1500 buruh PT Krakatau Steel menggelar demontrasi, pada Selasa (2/7/2019) lalu. Mereka menolak adanya pemutusan hubungan kerja, baik dirumahkan, maupun diberhentikan oleh perusahaan tersebut. (Fel)

Komentar

News Feed