oleh

Industri Retail dan Baja Hancur Berantakan, Rizal Ramli: Jokowi Dikibulin!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli menanggapi ditutupnya beberapa gerai supermarket Giant di beberapa wilayah di Jabodetabek. Ia menyebut, bahwa banyak terjadi kerugian dibidang retail di Indonesia yang dapat mempengaruhi ekonomi RI.

Hal ini ia sampaikan pada akun Twitternya @RamliRizal dengan langsung me-mention ke akun milik Joko Widodo yakni @jokowi.

“Semua ramalan RR 3,5 tahun yang lalu yang disampaikan langsung ke terjadi sampai 2019. Hari ini sektor retail rontok: Giant tutup PHK, 80% Carrefour di jual ke China, Krakatau Steel PHK. Investor China pesta krn asset price anjlok. Terjadi pergantian pola kepemilikan ! Jkw (jokowi) dikibulin,” tulis Rizal.

Ia juga mengatakan, bahwa saat itu dirinya pernah mengingatkan Jokowi terkait kebijakan ekonomi makro yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“3,5 tahun yang lalu (2016), RR sampaikan langsung ke @jokoqi, kebijakan ekonomi makro super-konservatif, austerity (pengetatan) oleh Menkeu ‘terbalik’ hanya akan membuat senang kreditor. Tapi ekonomi akan stagnant 5% sampai 2019, daya beli & aset price akan anjlok. Ramalan RR terjadi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, supermarket Giant akan tutup 6 gerainya. Lokasi 6 gerai supermarket Giant yang akan ditutup tersebut adalah Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur.

Selain itu, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri. Enam gerai supermarket Giant ditutup pada 28 Juli 2019.

Adapun terkait industri baja, dimana sebelumnya, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim memberikan penjelasan lengkap seputar kondisi BUMN tersebut dan isu yang berkembang.

Silmy mengatakan bahwa upaya penyelamatan Krakatau Steel turut melibatkan anak-anak usaha. “Saya mengajak seluruh anak usaha KS untuk gotong royong bersama-sama menyelamatkan KS karena ini industri yang strategis,” ujarnya, Sabtu (22/6/2019).

Ia lantas menjelaskan bahwa menurutnya banyak hal yang perlu direstrukturisasi, termasuk struktur perusahaan.

Spin off unit atau divisi merupakan titik awal dari perampingan struktur di Krakatau Steel.
Tujuannya yakni untuk mengoptimalkan unit atau divisi kerja di Krakatau Steel.
Caranya yakni dengan digabungkan ke anak usaha Krakatau Steel sehingga kerjanya tidak hanya melayani Krakatau Steel saja namun juga perusahaan lainnya.

“Misalnya divisi water treatment, atau divisi yang menangani manajemen logistik, termasuk misalnya divisi yang menangani asset KS, dan divisi perawatan, dan ini nantinya akan optimal jika juga melayani perusahaan lain,” tegasnya. (Fel)

Komentar

News Feed