oleh

Kivlan Zein Bantah Beri Dana Terkait Pembunuhan 4 Tokoh Nasional

indonesiakita.co – Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen Purnawirawan TNI Kivlan Zein membantah adanya keterlibatan soal pendanaan yang mengarah pada pembunuhan. Hal ini ia ungkapkan kuasa hukum Kivlan, yakni Muhammad Yuntri setelah kliennya menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Kita bantah semua, tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata. Tidak ada,” tegasnya kemarin.

Adapun Kivlan diperiksa penyidik selama 10 jam, dengan 23 pertanyaan, sejak pukul 11.00 hingga 21.15 WIB. “Tadi itu hanya konfirmasi tentang aliran dana. Ada 23 lebih kurang pertanyaan,”sambungnya.

Yuntri menambahkan, bahwa pada saat pemeriksaan, Kivlan memberikan nomor rekening untuk melakukan pengecekan, atas adanya dugaan aliran dana yang masuk. “Dicek tadi rekening. Dikasihkan rekeningnya, bahwa terima ke rekening ia terima dan sampaikan ada. Yang satu Rp 50 juta, yang satu lagi SGD 4.000 untuk kegiatan antikomunis atau Supersemar yang di Monas.

“Kemudian, Iwan ditugaskan untuk demo dan dia menyanggupi (massa) seribu orang dibawa dari Banten. Nyatanya tidak ada, dan kemudian menghilang,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kivlan diperiksa untuk tersangka Habil Marati atas kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pemilik lembaga survei.

Sebelumnya diketahui, Wadir Krimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp 150 juta kepada Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api.

“Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada tersangka berinisial HK, untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api,” kata Ade Ary di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6) lalu.

Sejak kasus ini terungkap, nama Kilvan juga disebut-sebut memberikan perintah langsung para tersangka kasus penyelundupan senjata untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. (Fel)
 

Komentar

News Feed