oleh

TKN Jokowi Resah Soal Laporan Dana Kampanye

indonesiakita.co – Arteria Dahlan, salah satu anggota tim hukum paslon 01 menyatakan kandidat capres-cawapres merupakan sosok yang patuh hukum. Kendati demikian, ia menilai seharunya informasi soal dana kampanye yang didorong oleh tim hukum 02 tidaklah perlu.

“Bukan enggak mau jelaskan ke publik, tetapi yang harus diketahui, PDIP, Pak Jokowi patuh hukum. Dana kampanye tidak diwajibkan ekspose ke publik, tetapi ke KPU,” ujarnya, dikutip dari tayangan stasiun tv swasta nasional, hari ini.

Ia menilai, bahwa melaporkan dana kampanye ke publik, namun bagi Arteria melaporkan dana kampanye ke publik, bukan keharusan. “Nanti, kalau ada temuan, mudah-mudahan kami juga bisa jelaskan dan terangkan,” tegasnya.

Diketahui sbelumnya, tim hukum paslon 02 Bambang Widjojanto menyampaikan, berdasarkan laporan penerimaan dana kampanye yang tertulis atas nama Jokowi selaku penyumbang, menyetor sebanyak Rp19.508.272.030 dan dalam bentuk barang setara Rp25 juta.

Sumbangan itu dianggap tak masuk akal, karena berbeda dengan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Joko Widodo yang diumumkan KPU pada 12 April 2019 hanya Rp6 miliar.

Sementara itu, Bendahara Tim Pemenangan Nasional (TKN), Wahyu Sakti Trenggono menyebutkan, seluruh pemasukan rekening dana kampanye terdaftar atas nama pasangan calon nomor urut 01. 

Wahyu mengatakan, sejak awal pihaknya membuka secara transparan dan menyampaikannya secara periodik para penyumbang kepada publik dan KPU.
Ia membantah, telah menyamarkan laporan dana kampanye melalui dua perusahaan yang dirinya disebut menjadi pemegang saham. 

“Maka, audit resmi atas laporan dana kampanye paslon 01 pun dikatakan dalam semua hal material telah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam kualifikasi yang populer, maka audit dana kampanye 01 masuk kategori wajar tanpa perkecualian,” tegasnya. (Fel)

Komentar

News Feed