oleh

Petitum Prabowo-Sandi Bikin TKN Jokowi-Ma’ruf Kehabisan Akal!

indonesiakita.co – Derasnya semangat dan tekanan atas tuntutan tim hukum pasangan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf melemah. Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menyebut desakan diskualifikasi terlalu berlebihan.

“Menurut saya diskualifikasi itu terlalu lebay ya, bisa jadi itu bagian dari ekstra petitum juga, tuntutan yang terlalu berlebihan,” ujarnya, di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Politisi partai Golkar ini menambahkan, bahwa argumen yang disampaikan oleh tim hukum BPN misalnya tentang tudingan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) harus dibuktikan. 

“Kita juga tahu misalnya ASN (Aparatur Sipil Negara) dimobilisasi, kan kita tahu ada bukan hanya di pusat tapi juga daerah. Bagaimana Pak Jokowi memobilisasi di daerah?” tanya Ace.

Diketahui, dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK, Tim Hukum Prabowo-Sandiaga yang diketuai Bambang Widjojanto meminta majelis hakim mengabulkan seluruh permohonan mereka yang menyebut telah terjadi kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Selain itu, MK diminta membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Menyatakan perolehan suara yang benar adalah sebagai berikut, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 63.573.169 (48 persen) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno 68.650.239 (52 persen). Jumlah 132.223.408 suara atau (100 persen),” tegas Bambang.

Selain itu, tim hukum Prabowo-Sandi juga meminta Mahkamah untuk mendiskualifikasi pasangan petahana. Kemudian, Bambang berharap, klien mereka ditetapkan menjadi pemenang pemilu. (Fel)

Komentar

News Feed