oleh

Fadli Zon Bandingkan Pengungkapan Dalang Aksi 22 Mei dengan Kerusuhan 1998

indonesiakita.co – Pengungkapan siapa dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang dilakukan oleh pemerintah mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Ia menyebut, langkah tersebut hanya merupakan versi dari satu pihak.

“Harusnya lebih holistik. Jangan menjadi satu versi. Tentu kalau versinya versi pemerintah sangat bias. Harusnya dibentuk satu TGPF yang tadi saya katakan terdiri dari semua unsur kemudian menyelidiki,” tegasnya, kepada wartawan hari ini.

Ia menjelaskan, bahwa pada kasus kerusuhan 1998, tim yang menyelidiki baru bisa menyimpulkan hasil kasus setelah tiga bulan melalui penelitian yang mendalam. “Bukan hanya satu versi saja. Karena satu versi pasti akan ada ‘conflict of interest’. Siapa yang dirugikan, tuduhan-tuduhan, framming-framming terhadap para pelaku, apalagi dengan pemerintah yang sekarang merupakan ikut bagian dari aktor politik yang sedang berlangsung,” tukasnya.



Diketahui sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto dan kepolisian memberikan keterangan pers kronologi pengungkapan dalang kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019. Dimana dari pihak kepolisian memutar video testimoni sejumlah tersangka yang telah ditangkap karena dugaan kepemilikan senjata dan rencana pembunuhan empat tokoh dan satu pimpinan lembaga survei. (Waw)

Komentar

News Feed