oleh

Desak Negara G-20 Damaikan Perang Dagang AS-China, IMF Bantu ‘Keresahan’ Sri Mulyani?

indonesiakita.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya memastikan bahwa Indonesia mengalami dampak akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. hal ini ia ungkapkan di Jakarta, pada 5/6/2019 lalu.

“Kalau lihat keseluruhan tema IMF, World Bank, OECD, dan ADB, dalam hal ini mereka sudah liat eskalasi trade war AS dan RRT itu masuk skenario yang tidak baik. Yang terjadi selama satu bulan terkahir ini berbeda sekali. Tadinya mereka berharap trade war itu tidak akan sampai ke full bloom atau meledak secara penuh seperti yang terjadi sekarang ini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah AS telah menaikkan bea impor terhadap berbagai produk China senilai US$200 miliar menjadi 25% bulan lalu. Langkah itu dibalas Beijing dengan menaikkan bea masuk terhadap berbagai produk AS senilai US$60 miliar.

Bahkan, Trump mengancam akan mengenakan bea masuk 5% bagi seluruh impor dari Meksiko mulai 10 Juni mendatang. Tentunya hal ini juga mempengaruhi kondisi perekonomian dunia.

Sementara itu, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Lagarde berharap perang dagang antara AS dan China segera dihentikan. Hal ini ia tujukan kepada para negara yang masuk dalam kelompok G-20.

“Ekonomi global menunjukkan tanda-tanda tentatif stabilisasi dan pertumbuhan diproyeksikan akan menguat. Namun, untuk mengurangi risiko-risiko ini, saya menekankan bahwa prioritas pertama adalah menyelesaikan ketegangan perdagangan saat ini, termasuk menghilangkan tarif yang ada dan menghindari yang baru,” ujarnya, dikutip Reuters, kemarin.

Adapun menurutnya, selain ketegangan dalam perang dagang tersebut, soal tarif juga masih menjadi kendala. “Untuk mengurangi risiko-risiko ini, saya menekankan bahwa prioritas pertama adalah menyelesaikan ketegangan perdagangan saat ini, termasuk menghilangkan tarif yang ada dan menghindari yang baru. Ini akan menjadi cara terbaik bagi para pembuat kebijakan untuk memberikan lebih banyak kepastian dan kepercayaan kepada ekonomi,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed