oleh

Perang Saudara di Buton, Analis Sosial: BPIP Gagal!

-News-9.639 views

indonesiakita.co – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo para pelaku keributan antar warga di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara telah diamankan. Setidaknya ada 81 pelaku yang diamankan, saat ini masih dalam pemeriksaan petugas.

“Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan terkendali. Saat ini tengah berada di perjalanan menuju Polda Sultra untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya, kemarin, di Jakarta, dikutip dari laman liputan6.com, kemarin.

Adapun dalam keributan itu, polisi menyita puluhan senjata tajam, di antaranya parang, tombak, pisau, badik, hingga busur.

Dimana peristiwa berawal, pada Selasa 4 Juni sekitar pukul 21.00 Wita, saat sekelompok pemuda dari Desa Gunung Jaya melakukan pawai motor melintasi Desa Sampuabalo dengan cara mengencangkan gas motor di area pemukiman sehingga dianggap menggangu ketenangan warga setempat.

Kondisi ini membuat keributan antar warga yang berakhir pada pengungsian , setudaknya ratusan warga sampai saat ini masih belum berani kembali ke rumah masing-masing.

Menanggapi adanya kerusuhan yang terjadi di Buton, Analis Sosial Universitas Bung karno menyatakan, bahwa kerusuhan yang terjadi di Buton bukanlah masalah kecil. Menurutnya, justru pemerintah harus segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya baca di media, setidaknya ada 600 orang yang diungsikan dari lokasi kerusuhan, ini harus diselesaikan sampai akarnya, karena kalau tidak bisa berkepanjangan. Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, pemilu kita banyak makan korban, perselisihan pandangan politik masih terus kita temui,” ujarnya, hari ini.

Ia juga berharap, selain pihak kepolisian, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat BPIP juga dapat menyelesaikan potensi adanya pergesekan antar warga sesuai dengan tugasnya. “ini adalah hal yang paling fundamental, artinya pesan Pancasila belum sampai ke akar rumput, sehingga mudahnya terbakar emosi atas adanya pertikaian yang disebabkan oleh hal-hal yang cukup sederhana. Inikan bisa dilihat dari gejala sosial, dimana mungkin ya.. adanya faktor ekonomi, status sosial dan lainnya, dan BPIP gagal!” ungkapnya.

Muda berharap, agar para petinggi di BPIP tidak melupakan konsep dasar BPIP yakni, pembinaan ideologi Pancasila. “kita terlalu disibukkan dengan urusan jabatan di atas, sementara terjadi keretakan di bawah. Harusnya yang begini Pak Mahfud malu ini, dan inipun kalau beliau masih menjabat sebagai anggota di BPIP. Harusnya inikan menjadi momen juga buat kubu 01 untuk menunjukkan bahwa urusan ideologi di Indonesia sudah selesai. Artinya sulit sekali terjadi masalah keretakan yang disebabkan oleh hal yang kecil, karena apa..?, akar rumput kita sudah kuat secara fundamental,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, BPIP diisi oleh sejumlah tokoh, yakni diantaranya, Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, KH Ma’ruf Amin dan beberapa tokoh lainnya. (Fel)

Komentar

News Feed