oleh

Konflik Partai Hanura, OSO Didesak Mundur!

indonesiakita.co – Konflik di Partai Hanura terus bergulir, terlebih papol yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) tersebut tak lolos ke Senayan. Kini Ketua DPP Hanura, yakni Sholihin Syam mendesak sang ketua Umum yakni OSO untuk mundur dari jabatannya.

Ia menilai, OSO merupakan sosok yang membuat partai tersebut tenggelam dalam politik 2019 ini. “Kami kader dan pengurus Partai Hanura tidak menerima kekalahan partai ini dengan menyalahkan Pak Wiranto seperti disampaikan OSO.  Kami kader dan pengurus Partai Hanura dari pusat sampai daerah menolak tuduhan tersebut,” tegasnya, hari ini di Jakarta.

Selain itu menurutnya, OSO harus bertanggungjawab atas kekalahan Partai Hanura. “Ia harus mempertanggungjawabkan Pakta Integritas yang ditandatangani di depan Pak Wiranto, Pak Subagyo, dan Pak Chairuddin Ismail sebelum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Hanura dalam Munaslub I Partai Hanura,” sambungnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Wishnu Purnomo, Ketua DPD Hanura Jabar versi Bampu Apus. Menurutnya, paradoks kepemimpinan OSO menjadi faktor kegagalan Hanura di pemilu 2019. Berbagai jabatan politik melekat padanya. Mulai dari Ketua Umum Partai Hanura, Wakil Ketua MPR, hingga Ketua DPD.

“Citra OSO di kepemimpinan Hanura tidak menunjukkan capaian yang berarti. Manuver politik yang dilakukan menunjukkan ambisinya perihal jabatan. Isu yang keluar dari statementnya kebanyakan menyerang internal partai sendiri. OSO tidak dapat memasuki arena pemenangan isu publik yang strategis,” tambah Wishnu.

Ia menilai, bahawa banyak pernyataan OSO di media massa bergulir bak senjata makan tuan bagi dirinya dan Hanura. OSO menghancurkan citra Hanura di tengah masyarakat yang sedang mengkonsumsi berita di era industri informasi digital. “Ia masih sempat menyalahkan Wiranto. Di depan Jokowi ia menyalahkan Wiranto sebagai biang keladi merosotnya suara Hanura di Pemilu 2019,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed