oleh

BPN: Kami Hitung Berdasarkan C1, KPU Cuma Punya Data dari Pleno!

-News-9.497 views

indonesiakita.co – Anggota Tim Informasi dan Teknologi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Laode Kamaludin mempertanyakan penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hanya menggunakan data dari rapat pleno tingkat provinsi saja. Padahal menurutnya, lembaga tersebut seharusnya juga menggunakan data rekam C1.

Atas dasar tersebut, ia menilai bahwa data yang dimiliki KPU berbeda dengan yang dimiliki BPN. “Jadi.. selama ini BPN melalukan penghitungan suara dari sumber C1 yang telah dikumpulkan sejak 17 April usai pencoblosan hingga saat ini. Kalau itu (hitungan KPU) asal data dari pleno di Kecamatan dan provinsi. Kan di situ, bukan dari C1 yang asli,” ujarnya, kepada awak media di Jalan Kertanegara VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini.

Laode menegaskan, angka C1 di foto dan dikirim dari relawan melalui pesan aplikasi whatsapp lebih bisa dipercaya. Namun, jika data itu telah berpindah tempat maka disebutnya telah terjadi perubahan yang menjurus pada kecurangan pemilu.

“Sudah jelas, bahwa kiita berpegang teguh pada data C1, karena C1 itu ditanda tangani, tidak bisa diubah. Beda kalau sudah dari kecamatan. Saksi kita tanda tangan tidak? Kan tidak. Jadi bisa diubah,” ketusnya.

Ia menambahkan, sampai pada tanggal 14 Mei 2019 telah ada 1.411.332 juta C1 yang terkumpul dan sebanyak 444.976 data C1 telah terverifikasi oleh BPN. Total jumlah C1 ini berasal dari 810.329 TPS di seluruh Indonesia. “Jadi sudah sejak tanggal 17 April kita kumpulkan C1. KPU mana punya mereka data C1 ini,” ungkap Laode.

Laode juga menjawab pertanyaaan wartawan terkait jumlah C1 yang dikumpulkan lebih banyak dari total TPS. “Kalau ada yang tanya kenapa jumlah C1 yang kita kumpulkan lebih banyak dari jumlah TPS yaitu karena satu relawan bisa kirim lima foto yang sama. Itu saja alasannya,” sebutnya.

Dari hasil hitung BPN yang diklaim berdasar pada data C1 mendapat angka sebesar 54,24 persen lebih unggul dari pasangan Jokowi-Ma’ruf yang hanya mendapat 44,14 persen. “Angka ini kan enggak bisa diganggu gugat. Prabowo itu presiden menang dari C1 ya. Yang rill,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed