oleh

Rizal Ramli: 1998 Soeharto Jatuh Oleh Mahasiswa, Sekarang Rakyat yang Bicara!

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia banyak yang menginginkan perubahan. Hal ini menurutnya, ada kesamaan dengan kondisi yang dialami rakyat pada tahun 1998.

“Saya berharap bahwa kali ini betul-betul akan ada perubahan untuk Indonesia. Bukan soal siapa menang dan siapa yang kalah, tapi bangsa ini tidak bisa lagi hanya hidup pas-pasan. Ekonomi hanya 5 persen, dan kita perlu tumbuh tinggi, minimal 8 persen rata-rata. dengan demikian, lapangan pekerjaan akan banyak upah naik rakyat sejahtera,” ujarnya, kemarin di Jakarta.

Bahkan menurutnya, Kepeimpinan presiden Joko Widodo jauh dari ekspektasi masyarakat Indonesia. “Sudah terbukti kepemimpinan pak widodo Memble!, kecuali infrastruktur. Tapi kan ekonomi bukan infrastruktur doang, soal lapangan kerja daya beli dan lainnya.

Adapun menurutnya, saat ini banyak terjadi indikasi kecurangan dalam Pemilu. Dan ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan setiap kasus yang ada ke pengadilan.

“Mari kita minta rame-rame ajukan ke pengadilan setiap penipuan dan kecurangan yang dilakukan pejabat. ada UU nya. Saya ingat tahun 1998, pak Soeharto kuat sekali didukung Aangkarat bersenjata, yang berlawanan hanya ada 20 intelektual, Mahasiswa bukan people (masyarakat), tapi mahasiswa..itu saja jatuh,” tegasnya.

Berbeda dengan hari ini jelas Rizal, dimana rakyat Indonesia banyak yang kecewa dengan berbagai indikasi kecurangan dalam Pemilu, terutama Pilpres. “Hari ini, banyak rakyat yang menginginkan perubahan, emak-emak, mungkin 98 mereka mahasiswa yang ikut demo, dan emak ini militan, pejabat sehebat apapaun kalau ibu kalau dah bilang gak bener pasti gak berani. karena kalau ada yang berani mau gebuk karirnya pasti selesai,” sambungnya.

Ia mengaku, adanya keinginan perubahan tidak hanya dari masyarkat saja, melainkan aparat TNI-Polri juga beberapa diantaranya mengaku kondisi saat ini sangat memprihatinkan.

“Perubahan ini juga diinginkan oleh kalangan menengah terdidik di indonesia juga pensiunan TNI dan Polri yang gaji nya sangat rendah, kalau kita bandingknan hari ini dengan 98 ini cuma 20 intelektual dan mahasiswa, tapi ini rakyat yang bicara. Saya minta pak jokowi dan orang disekitarnya agar eling, jangan teruskan kecurangan ini,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed