oleh

Film “Sexy Killers” Lonceng Kekalahan Bagi Pasangan 01?

-Opini-3.012 views

indonesiakita.co – Sebuah rekor baru dalam sejarah perfilman Indonesia. Dilaunching baru 2 hari yang lalu, penonton film dokumenter “Sexy Killers” di media sosial Youtube telah tembus 7,8 juta (saat tulisan ini dibuat).

Jauh melewati Film “Dilan 1990” yang ditonton 6,3 juta di layar lebar yang tayang selama berbulan-bulan di tahun 2018, yang sebelum munculnya “Sexy Killers” masih merupakan film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.

“Sexy Killers” adalah film dokumenter bertemakan perjuangan lingkungan hidup (perlawananan pada tambang dan pembangkit batubara) yang dikemas dengan alur sangat kritis, gambar yang memanjakan mata, lengkap dengan data ekonomi-politik dan fakta lapangan yang kaya. Yang juga menjadikan film ini menjadi sangat “sexy” adalah waktu peluncurannya, tepat dilakukan saat dimulainya masa tenang menuju pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 17 April 2019.

Di film ini jelas tidak ada yang bisa cuci tangan dari “dosa” kerusakan lingkungan akibat keberadaan tambang dan pembangkit batubara. Kedua pasangan capres cawapres beserta tim kampanye mereka, baik 01 maupun 02, semua memiliki andil dalam bisnis yang berhubungan dengan tambang dan pembangkit batubara.

Tetapi yang membedakan: Bagi pasangan capres dan cawapres 02, mungkin kerusakan yang ditimbulkan akibat boomingnya film “Sexy Killers” tidak akan sedahsyat yang menimpa pasangan capres dan cawapres 01.

Sejak berbulan-bulan lalu, semua orang sudah tahu bahwa Capres 02 memiliki perusahaan konsesi lahan batubara. Dan Capres 02 sendiri sudah berulang kali menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya akan menyerahkan minimal 85% kepemilikan perusahaan-perusahaannya tersebut ke negara bila terpilih sebagai Presiden. Bagi Cawapres 02, semua orang juga tahu rekam jejak geliat bisnisnya yang merambah berbagai sektor termasuk di tambang dan pembangkit batubara. Terlebih media mainstream dan media sosial kerap “menggoreng” isu ini.

Hanya Bagaimanapun di film ini, sempat terekam Capres 02 berjanji di saat debat, bahwa dirinya akan lebih galak terhadap pelanggaran lingkungan akibat keberadaan tambang batubara ini.

Apalagi dalam berbagai kesempatan, Capres 02 dan tim pakarnya juga sering menyatakan akan mempercepat (yang terjadi sangat lambat di era Jokowi) proses transformasi dari energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan. Setidaknya terlihat ada sedikit harapan akan terjadi perbaikan dari situasi yang digambarkan di film “The Sexy Killers”.

Jadi jelas, bagi para pemilih pasangan 02, akan sangat sedikit yang terganggu karena keberadaan film ini.

Tapi sangat fatal bagi Pasangan 01, yang sebelumnya dipersepsikan bersih dan mengaku sebagai orang baik adalah karena:

1) Ternyata anak-anak kandung Capres 01 , Kaesang dan Gibran, memiliki hubungan bisnis langsung dengan Salah satu Menteri kabinet Jokowi yang bisnis tambang batubaranya “ditelanjangi” habis di film ini.

2) Cawapres 01 yang selama ini dipersepsikan sebagai ulama yang bersih, ternyata dalam salah satu jabatannya di dewan syariah pernah memberi sertifikasi halal bagi surat utang syariah yang diterbitkan berbagai perusahaan raksasa tambang dan pembangkit batubara.

Akibat dari terungkapnya kedua fakta tersebut akan sangat banyak pemilih yang awalnya bersemangat karena mengidolakan anak-anak Capres 01 (karena bisnis yang bersih dan sederhana) ataupun mengidolakan keulamaan cawapres 01, menjadi kemudian meninggalkan pasangan 01.

Sangat mungkin para pemilih yang pergi dari 01 dengan kecewa ini akan menjadi golput, tidak memilih kedua pasangan.

Tetapi, mungkin juga ada pikiran di kalangan pemilih yang kecewa ini, bila mereka tidak mengalahkan pasangan 01 besok, maka situasi yang buruk seperti digambarkan di Film “Sexy Killers” akan terus berlanjut. Maka untuk mencegahnya, mereka kemudian menyeberang memilih 02. (Penulis: Muda Saleh/Analis Sosial Universitas Bung karno)

Komentar

News Feed