oleh

Rizal Ramli: Rakyat Butuh Perubahan, Sejahtera dan Diperhitungkan!

-Headline-153 views

indonesiakita.co – Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, yakni Rizal Ramli menegaskan, presiden Joko Widodo tidak memiliki strategi dalam menjalankan pemerintahan. Hal ini menurutnya terjadi karena ada beberapa indikator.

Rizal menjelaskan, bahwa defisit neraca perdagangan Indonesia pada 2018 dianggap paling jelek sejak 1975.“Jadi, defisit perdagangan Indonesia tahun 2018 paling jelek sejak tahun 1975,” tegasnya, usai menghadiri debat capres-cawapres terakhir, di Hotel Sultan, Jakarta, tadi malam.

Mantan Menko Ekuin era Gus Dur ini menyesalkan, bahwa slogan ‘kerja’ yang diterapkan presiden Jokowi tidak berjalan sesuai dengan kenyataan. “Ngomongnya kerja…kerja…kerja… apanya yang kerja, kita lihat aja pertumbuhan ekonomi mandek di angka lima persen!,” tukas Rizal.

Ia menyebut, pemerintah seharunya memiliki visi dan misi untuk membangun negara agar lebih maju, dan memberikan kesejahteraan untuk rakyat. Bahkan menurutnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjanji akan membangun 1,5 juta rumah umum (public housing). “Prabowo Subianto akan membangun 1,5 juta public housing,”sambung nya.

Menurutnya, dengan membangun rumah kepada rakyat, akan berdampak pada petumbuhan ekonomi. “Dengan membangun 1,5 juta rumah, itu akan menciptakan lapangan kerja sebesar 3,5 juta baik secara langsung maupun tidak langsung,”tegasnya.

Rizal menambahkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun di kisaran lima persen belum cukup kuat mendorong akselerasi ekonomi nasional.

Dimana memang, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,02 persen pada 2014, 4,88 persen pada 2015, 5,02 persen pada 2016, 5,07 persen pada 2017, dan 5,17 persen pada tahun 2018.

“Potret pertumbuhan ekonomi kita saat ini belum mencerminkan kinerja perekonomian terbaik buat Indonesia mengingat periode sebelumnya di kisaran enam persen. Sudahlah… rakyat butuh perubahan, kita ciptakan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, sejahtera dan diperhitungkan di dunia internasional,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed