oleh

Pemerintah Cairkan Kenaikan Gaji PNS Bulan Ini, Rizal Ramli: Baru 5% Bangga, Era Gus Dur Sampai 125 Persen!

indonesiakita.co – Menteri Keuangan Sri Muyani Indrawati menyatakan, pencairan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dihitung dari Januari hingga April akan cair sebelum pertengahan bulan ini. Dimana menurutnya, bahw pemerintah telah mengalokasi anggaran untuk kenaikan gaji PNS.

Adapun diketahui, tercatat pada 1 April, sudah ada kementerian dan lembaga (K/L) yang menyerahkan dokumen pembayaran gaji. Namun sayangnya, masih banyak K/L yang belum memasukkan rapelan kenaikan gaji dalam dokumen tersebut.

“Untuk gaji PNS, alokasi sudah dilakukan. Kemarin mulai tanggal 1 April ini sebagian besar dari K/L menyerahkan dalam bentuk dokumen untuk pembayaran gaji yang masih belum masuk rapelnya. ‎Karena rapelnya memang hampir mendekati 1 April, sehingga mereka belum sempat merevisi,” ujar Sri di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa pada saat pencairan di bulan April, gaji yang diterima oleh para PNS ini belum naik. ‎”Maka sekarang yang kita bayarkan masih gaji yang sama, belum naik,” ungkapnya.

Kendati demikian, saat ini satuan kerja (satker) dari masing-masing K/L tengah menyiapkan dokumen yang disertai dengan rapel gaji dari Januari hingga April. Sehingga diharapkan sebelum pertengahan bulan ini rapelan kenaikan gaji sudah bisa diterima oleh para PNS.

Sebagai informasi, pemerintah akhirnya menaikkan gaji PNS, sebesar 5 persen pada 2019 setelah tidak ada kenaikan dalam tiga tahun terakhir.

Adapun kepastian kenaikan gaji PNS tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). PP tersebut telah ditandatangani oleh Jokowi pada 13 Maret 2019.

Dalam lampiran PP disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp 1.560.800 dari sebelumnya Rp 1.486.500. Sementara gaji tertinggi PNS golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun menjadi Rp 5.901.200 dari sebelumnya Rp 5.620.300.

Karena PP baru ditandatangani pada Maret lalu dan hitungan kenaikan gaji sebenarnya didapat sejak Januari 2019, maka Kementerian Keuangan akan merapel kenaikan gaji tersebut pada April ini.

Sementara itu, di lokasi terpisah, ekonom senior Rizal Ramli menyebutkan, kenaikan gaji PNS yang dilakukan pemerintah tidak maksimal. “Naik lima persen aja bangga. Saya sudah sering katakan di media, bahwa sejak pemerintah Gus Dur memimpin, ekonomi Indonesia itu minus tiga persen!. Tapi 21 bulan perjalanan pemerintah yang kami rancang hasilnya bisa mencapai kenaikan hingga lima persen,” ujarnya, saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin.

Rizal juga menyatakan, pada era presiden Gus Dur, pemerintah bisa menaikkan gaji PNS dua kali lipat. “Makanya punya gaya ekonomi jangan konservatif, harus punya visi, ide, kami bisa naikkan gaji PNS hingga dua kali sebesar 125 persen,” sambung Rizal.

Adapun menurutnya, dengan menaikkan gaji PNS berdampak pada pertumbuhan ekonomi RI. “Simpel aja sebetulnya, gak ribet, “Dengan adanya kenaikan gaji PNS, maka daya beli masyarakat kita meningkat, disitu lah ekonomi bisa kembali bergerak dengan cepat,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed