oleh

Keraton Yogyakarta Tolak Jokowi-Mega, Analis: Mungkin Dianggap Tebar Aura Negatif

indonesiakita.co – Kabar tak sedap muncur dari pemberitaan tentang kehadiran presiden Joko Widodo dari Kompleks Keben Keraton Yogyakarta. Ia diinfokan ditolak pihak keraton saat berkunjung.

Diketahui, Jokowi mendatangi keraton dan keluar tanpa mengeluarkan pernyataan kepada awak media yang menunggu diluar. Bahkan, sebelumnua, Ketua Umum PDIP Megawati mendatangi keraton dan kaluar juga tidajk memberikan pernyataan.

Dimana memang, rombongan Megawati dan Hasto lebih dulu tiba di Kompleks Keben Keraton sekitar pukul 18.46 WIB, Sabtu (23/3/2019) lalu. Setelahnya Jokowi menyusul. Rombongan presiden sampai ke Kompleks Keben Keraton sekitar pukul 19.21 WIB, kemudian Jokowi datang pada pukul 21.15 WIB.

Menurut informasi yang beredar, kedatangan Jokowi, Mega dan rombongan untuk menemui Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Namun tak lama berada di dalam, rombongan tersebut keluar dan tak memberikan pernyataan sedikitpun.

Seperti diketahui, Jokowi sempat ngamuk, saat memberikan orasi politiknya di Yogyakarta, tepatnya di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu (23/3) lalu. Pada kesempatan tersebut Jokowi menyatakan akan melakukan perlawanannya terhadap orang-orang yang selama ini melakukan hinaan, dan merendahkannya.

Analis sosial Universitas Bung Karno (UBK) Muda Saleh kembali angkat bicara terkait hal ini. Ia menyatakan, Jokowi jauh dari ekspektasi Keraton Yogyakarta, yang dikenal halus dan bermartabat.

“Saya belum dengar ya, entah ditolak, atau dicuekin atau bahkan keraton kesal dengan Jokowi. Tapi pada dasarnya, saya ingin menyampaikan, bahwa Yogyakarta itu daerah yang penuh dengan tatakrama, kesopanan dan bermartabat. Mungkin bisa saja Jokowi ngamuk-ngamuk disana, jadi dianggap bawa aura negatif untuk yogyakarta,” ujar Muda, saat dihubungi melalui telpon selulernya hari ini.

Muda juga menambahkan, bahwa apa yang dilakukan Jokowi saat itu merupakan kesalahan fatal, karena berupaya mengajar emosi masyarkat Yogyakarta untuk meraskan apa yang Jokowi rasakan. “Bayangkan saja, saat kerusuhan 98, Yogyakarta itu tidak terpengaruh, tidak ada masalah disana, Sultan berikan maklumat, masyarkat Yogya ikut, dan tidak terjadi kerusuhan, jadi jangan bikin onar di Yogyakarta,” tegasnya.

Adapun Jokowi menurutnya, harus meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta,karena telah menuai aura negatif. “Jokowi harus minta maaf ini, karena telah menebar aura negatif disana (Yogyakarta), masyarakatnya damai. Jangan mentang-mentang presiden terus mau seenaknya aja di daerah orang, ini Indonesia, kalau gagal paham soal budaya, sosial bisa bahaya,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed