oleh

Jokowi Ngamuk di Yogyakarta, Analis: Mentalnya Jatuh, Tak Pantas Pimpin Bangsa Indonesia!

-Politik-33.432 views

indonesiakita.co – Analis Sosial Universitas Bung Karno (UBK), Muda Saleh menyindir sikap Jokowi yang menyatakan perlawanan terhadap pihak-pihak yang dianggapnya telah melakukan fitnah, dan memojokkan dirinya selama ini. Dimana memang Jokowi mengungkapkan kemarahannya atas kondisi saat ini yang terjadi padanya, saat ia berada di Yogyakarta, kemarin.

“Pak Jokowi itukan dikenal baik, ramah, loh.. ini saya lihat video yang di Yogyakarta beliau ngamuk, marah dan katakan ‘saya akan lawan’. Yang mau dilawan siapa?,” ujar Muda, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Seperti diketahui, dalam video yang beredar, Jokowi mengatakan: “dijelek-jelekkan saya diam, direndah-rendahkan saya diam, dihujat dihina saya juga diam, tetepi hari ini di jogja saya sampaikan saya akan lawan,” ujar Jokowi.

Muda menilai, bahwa hal tersebut mempertontonkan bahwa peristiwa tersebut merupakan sosok asli Jokowi yang sesungguhnya. “saya melihat ini soal mental, Jokowi seperti sudah jatuh mentalnya, dia coba mengajak emosi masyarkat untuk ikut merasakan seperti apa yang ia rasakan, dan ini tontonan yang buruk sebagai kepala negara, terlebih kita tau orang Solo itu halus-halus.” tambah Muda.

Adapun saat ini menurut Muda, Jokowi sedang mengalami depresi tingkat tinggi, hal ini terjadi karena banyak orang-orang disampingnya yang terjerat kasus korupsi dan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Romy, mantan Ketum PPP ditangkap KPK, karena kasus korupsi, Setya Novanto dan Idrus Marham sudah duluan, kini dibidik Menpora Imam Nahrawi, setelah itu digadang-gadang Cak Imin soal kasus kardus durian, belum lagi Apel Kebangsaan ala Ganjar Pranowo yang dinilai berlebihan karena menghabiskan dana Rp 18 miliar, ini bisa jadi ketakukan yang sangat berlebihan bagi seorang yang ingin mempertahankan kekuasaan,: ungkapnya.

Muda mengingatkan kepada Jokowi agar memahami kondisi bangsa Indonesia yang saat ini dilanda berbagai masalah. “jangan bicara sakit hati, jangan bicara soal kecewa, dihujat. Liat dong, petani garam, petani beras, petani tebu, yang nangis di berbagai daerah pada saat panen, barang mereka gak laku, karena impor berlebihan yang dilakukan menteri Jokowi. Kalau bicara sakit hati, kecewa, direndahkan, siapa yang paling direndahkan, petani itu bukan ratusan orang, bahkan ribuan orang kalau dijumlahkan di Indonesia,” tegas Muda.

Sosok yang juga malang melintang di dunia jurnalistik ini menyebut Jokowi belum pantas memimpin Indonesia. “Sebagai negara dan bangsa yang besar, Jokowi rasanya tak pantas memimpin Indonesia, kalau gini caranya, dia (Jokowi) cuma bisa marah-marah di Indonesia, Kalau berani, jika ada yang ganggu kestabilitasan nasional Jokowi juga harunya ngamuk ke luar negeri sana, mirip jago kandang. Ini kan enggak, ada yang tak sepaham, diperiksa, padahal hujatan, kritikan, hinaan pada hakikatnya menguatkan kita secara pribadi, dan menguatkan bangsa Indonesia,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed