oleh

Moeldoko Sebut Perang Total, Jokowi Bilang Gak Perang, Mana yang Benar?

-Politik-191 views

indonesiakita.co – Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa Pemilihan Umum bukanlah sebuah perang, namun pesta demokrasi. Menurutnya, dengan adanya Pemilu yang merupakan pesta demokrasi, harus disambut dengan riang gembira. Bukan malah menakut-nakuti atau menebar ancaman.

“Pesta demokrasi harus kita sambut dengan riang gembira. Jangan sampai ada yang menakut-nakuti. Apalagi, menebar ancaman-ancaman. Namanya saja pesta demokrasi,” ujanrya, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (22/3).

Ia juga berharap untuk menyambut pesta demokrasi harus dengan cara-cara beradab, cara-cara beretika dan bertata kramat serta berbudaya.”Jangan justru menyemburkan hoaks, menyemburkan kabar bohong dan menyemburkan kabar fitnah yang bisa memecah persatuan, persaudaraan dan kerukunan kita,” tutupnya.

Namun, apa yang dikatakan Jokowi tampaknya tak senada dengan yang disebut oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN) Moeldoko. DImana ia beberapa waktu lalu mengungkapkan, saat ini kubu pasangan Jokowi-KH Maruf Amin masuk dalam status ‘perang total’.

Moeldoko mengatakan, TKN KIK akan metode berbeda untuk berkampanye di setiap daerah. “Kita turunkan sedikit ke strategi, jadi saat ini kita menyebutnya dengan istilah dengan perang total, dimana hal-hal yang kita kenali adalah menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran itu,” kata Moeldoko di Jakarta, Rabu 13 Feb 2019 lalu.

Kepala Staf Kepresidenan itu mengungkapkan, TKN telah memiliki pusat grafitasi terkait pemilu 2019. Dia mengatakan, pengetahuan akan center of gravity itu membuat TKN sudah memiliki langkah-langkah yang harus diambil guna memenangi kontestasi lima tahunan ini. Kendati, Moeldoko tidak mengungkapkan lebih lanjut terkait pusat grafitasi yang dia maksud. Jenderal Purnawirawan TNI itu kemudian beralih ke konsep yang dimiliki kubu calon presiden (capres) pejawat.

Moeldoko mengatakan, konsep yang dimiliki TKN tidak akan meniru kubu lain. Dia melanjutkan, apa yang dilakukan TKN adalah betul-betul sesuatu yang baru dan bukan jiplakan. “Sehingga apa yang kami lakukan dilapangan kita pastikan bisa terlaksana dengan baik, terkontrol dan evaluasi dimana perkembangan dari waktu ke waktu,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed