oleh

KPK Minta Parpol Korup Didiskualifikasi dari Pemilu

indonesiakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tak main-main terhadap kasus yang menimpa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Bahkan, lembaga antirasuah itu mendorong agar dibuatkan sanksi, yakni didiskualifikasi dari kepesertaan Pemilu.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, hal ini bisa diawali dengan meningkatkan dana bantuan dari pemerintah hingga pada kondisi ideal bagi parpol menjalankan roda organisasinya. Dengan dana besar yang diberikan negara, partai politik dapat diaudit secara mendalam sehingga keuangan partai menjadi transparan. 

“Sehingga kami tahu betul uangnya itu untuk apa saja. Di situ juga memungkinkan kalau dia menyalahi hal-hal yang diatur dalam peraturan tadi, partai itu bisa diskualifikasi tidak ikut pemilu. Ini hal-hal yang perlu didorong ke depan,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Adapun KPK menurutnya telah memperkirakan, dana ideal yang dikucurkan negara untuk bantuan parpol sekitar Rp20 triliun. Namun, Agus mengingatkan bantuan yang diberikan negara ini harus dibarengi dengan transparansi. BPK dapat mengaudit secara mendalam keuangan partai.
 
“BPK juga dapat masuk ini dipakai untuk apa saja, kemudian diberikan ke anggota, pada waktu anggota itu kampanye jadi pejabat publik berapa. Bisa masuk sedalam itu. Sehingga nanti kalau misalnya melanggar aturan yang kita dorong terjadi kemudian sanksinya bisa diskualifikasi tidak ikut pemilu,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed