oleh

Hasil Survei Rumah Demokrasi: Jokowi Tumbang!

indonesiakita.co – Survei Nasional Rumah Demokrasi memastikan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di atas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 5 persen. Direktur Rumah Demokrasi, Ramdansyah mengatakan, saat ini masyarakat banyak memilih paslon 02 karena berdasarkan banyak hal.

Adapun poin tersebut yakni 45,45%, sedangkan yang memilih Jokowi-Ma’ruf 40,30%. “Mayoritas reponden menjawab memilih pasangan Capres 02 yaitu Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 45,45%, sedangkan yang memilih pasangan Capres 01 Jokowi-Maruf Amin adalah sebesar 40,30% , dan sebanyak 14,25% belum menentukan pilihan,” ujarnya, di Jakarta, hari ini.

Ia menjelaskan, bahwa keunggulan Prabowo-Sandi atas Jokowi-Ma’ruf Amin sangat berkaitan erat dengan strategi kampanye. Di bawah komando Jenderal Joko Santoso, strategi kampanye Prabowo-Sandi menggunakan cara gerilya yaitu rajin menyapa masyarakat dan menyerap aspirasi publik melalui kegiatan kunjungan ke daerah.

Menurutnya, strategi ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan elektabilitas, bahkan posisi saat ini sudah unggul atas Jokowi-Ma’ruf Amin dengan selisih hampir 5%.

“Jadi, model kampanye grilya di daerah basis seperti di wilayah Jabar dan Sumut bahkan ke daerah basis lawan seperti Jateng dan Jatim bahkan Bali cukup memberikan efek elektoral bagi pasangan Prabowo-Sandi. Setidaknya, mampu menggerus suara Jokowi-Maruf Amin yang cenderung stagnan di wilayah basis Prabowo-Sandi dan memangkas jarak di basisnya Jokowi-Amin (Jateng),” tambahnya.

Selain itu, pasangan 02 beserta tim banyak memberikan unsur kreatif dalam menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat. “Kreatifitas kampanye di lapangan seperti kunjungan ke pasar, pesantren, kampus, dan pusat keramaian sering mendapatkan respon positif dan antusiasme masyarakat terhadap Pasangan 02, meskipun beberapa kali mendapatkan hadangan dari kelompok lawan dengan meneriakkan dukungan kepada 01,” ungkapnya.

Sementara itu, Ramdansyah memperediksi,  upaya Jokowi-Amin menggunakan strategi offensif dan “perang total” ala Jendral Moldoko, akan dilakukan terus di sisa waktu yang ada, guna  menarik pemilih rasional yang akan fokus pada program, kinerja dan rekam jejak.
Sebaliknya tim Prabowo-Sandi dipastikan akan memaksimalkan strategi gerilya baik melalui jalur darat menyapa langsung masyarakat maupun melalui sosial media demi mempertahankan keunggulan elektabilitas yang sudah berselsiih 5%.

“Modal sosial dalam bentuk kepercayaan publik yang sudah terbentuk dari kedua pasangan calon akan terus menarik undecided voters yang saat ini masih 14%, dengan strategi mendegradasi elektabilitas lawan,” tambahnya.

Sementara itu strategi playing victims juga berpotensi akan dimainkan untuk meng-upgrade (positive campaign) elektabilitas dari kelompoknya. Sementara itu upaya untuk mengikat pemilih sentimentil karena loyalitas etnis, kesukuan, religiusitas, dan agama masih akan terus berlangsung hingga saat pencoblosan 17 April 2019. (Fel)

Komentar

News Feed