oleh

Dinilai Licik, Jokowi Didesak Panggil Agum Gumelar Soal Penculikan Aktivis 98

indonesiakita.co – Pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jokowi-JK, Agum Gumelar soal penculikan aktivis pada 1998 lalu sampai hari ini masih menuai arekasi banyak pihak. Dimana sebelumnya Agum mengaku tahu dimana para aktivis itu dikubur usai dibunuh.

Menanggapi hal ini, Eko Riyadi dari Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) menyatakan, pernyataan Agum Gumelar harus diungkap secara utuh dan dibuka dokumen terkait kasus penculikan aktivis 98.

Bahkan menurutnya, presiden Jokowi harus memanggil Agum Gumelar terkait pernyataannya agar kasus 98 dibuka dokumennya secara utuh. Sehingga publik nantinya tahu apa yang sebenarnya dengan para aktivis 98 yang diculik dan hingga saat ini belum kembali.

“Presiden Jokowi harusnya memanggil Agum Gumelar dan memintanya mempertanggungjawabkan pernyataannya itu. Sehingga peristiwa yang sudah terjadi puluhan tahun itu bisa jelas,” ujarnya, kemarin.

Adapun menurutnya, peristiwa penculikan aktivis 98 itu merupakan informasi publik. Sehingga sudah sewajarnya peristiwa itu diungkap secara utuh ke publik.
Eko menerangkan jangan sampai isu penculikan aktivis 98 hanya dijadikan komoditas politik maupun sebagai upaya menaikkan elektoral belaka.

“Jangan sampai isu pelanggaran HAM berat ini hanya dijadikan komoditas politik saja tanpa ada kejelasan pengungkapannya. Ketika itu hanya menjadi wacana (pengungkapan kasus penculikan aktivis 98) untuk kepentingan elektoral dan komoditas politik, itu adalah kejahatan baru. Kejahatan baru dalam bentuk melanggengkan imunitas bagi para pelaku pelanggaran HAM,” tutupnya.

Sementara itu sebelumnya, korban penculikan 1998, Desmond J Mahesa mengaku geram dengan pernyataan mantan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Letjen (purn) Agum Gumelar. Bahkan ia menantang, Agum untuk segera mengungkap hal itu secara terbuka.

Dia melihat aneh, jika pernyataan itu hanya dikeluarkan saat momentum pemilu saja.
“Ada dua hal tentang ini, berani enggak dia berikan testimoni secara terbuka? Kalau sekadar beri statement saja seperti ini kan, lucu saja ini orang,” tegasnya, di Jakarta, pada Selasa (12/3/2019) lalu.

Desmond yang kini bergabung dengan Partai Gerindra di bawha kepemimpinan Prabowo Subianto juga merasa, Agum menjadi bagian dari kejahatan kemanusiaan tersebut. Sebab, Agum merasa tahu tapi tidak diungkap. “Kedua, sadar enggak dia sudah menyembunyikan kejahatan secara lama, harusnya dia dipidana, tidak menyampaikan fakta itu bisa dipidana,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed