oleh

Kubu Jokowi Pusing Kartu Sakti Dianggap Omong Kosong!

indonesiakita.co – Banyaknya kritikan sejumlah pihak terhadap kartu sakti yang dipromosikan Joko Widodo membuat pusing Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Adapun salah satu kartu yakni, kartu prakerja yang paling banyak menuai reaksi karena dianggap tak masuk akal.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meragukan program kartu pra-kerja yang diluncurkan presiden Jokowi. Ia bahkan menyebut program itu hanya omong kosong.

“Dari mana dia (Jokowi) mau dapat duit? ASN dia janjikan nggak ada. Honorer nggak angkat, subsidi kita dicabut, BPJS kita bangkrut, sudah lah omong kosong itu,” kata Fahri di Al Jazzeerah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (3/3/2019) lalu.

Fahri bahkan menyebut banyak dana yang belum diberikan Jokowi kepada masyarakat. Salah satu yang disebut Fahri yakni bantuan untuk korban bencana alam. “Dia (Jokowi) belum bayar aja masih banyak. Saya mengirimkan tim ke daerah-daerah bencana, dia nggak bayar itu. Dia tahan, dia pakai sistem kelompok atau apa intinya dia nggak mau keluarin uang. Orang itu tinggal di tenda, orang itu tinggal di rumah bocor, kasih duitnya, itu udah ada duitnya,” tutupnya.

Sementara itu, anggota Tim Influencer TKN lainnya, Mukhamad Misbakhun, kartu tersebut bukan hanya bukti kepedulian Presiden Jokowi dalam menekan angka pengangguran, tetapi juga akan menjadi terobosan penting.

“Kartu Prakerja itu adalah program Pak Jokowi sebagai capres 2019 – 2024. Kalau dikaitkan dengan APBN memang programnya belum ada pada tahun ini, tetapi itu akan menjadi rencana kerja pemerintah untuk tahun 2020 ketika Pak Jokowi memimpin untuk periode kedua,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa melalui program Kartu Prakerja ditargetkan ada 2 juta peserta pelatihan yang akan memasuki lapangan kerja pada 2020. “Program ini sangat realistis untuk mengatasi pengangguran dan menyiapkan tenaga kerja terampil siap pakai,” ujar Misbakhun.

Karena itu dia meyakini program Kartu Prakerja akan menjadi terobosan dalam menekan angka pengangguran. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran pada 2018 silam mencapai 7 juta orang.

“Program Kartu Prakerja itu bagian dari upaya mengurangi pengangguran yang menurut BPS sekitar tujuh juta orang. Saya yakin Kartu Prakerja akan menjadi terobosan yang sangat bagus karena di negara lain sudah diterapkan dan banyak yang sukses,” tutup politisi Golkar ini. (Fel)

Komentar

News Feed