oleh

TKN Lupa Lembaga Survei di Pilkada DKI Meleset Semua

indonesiakita.co – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai bahwa survei internal Prabowo-Sandi merupakan hiburan dan sekedar motivasi kepada para pendukungnya. Sebagaimana diketahui, sejumlah survei belakangan ini menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih berada diatas pasangan lawannya.

“Ya, sekedar motivasi.. untuk menghibur diri saja, biar gak putus asa,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Dimana sebelumnya, menurut hasil survei internal, elektabilitas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54 persen. Sementara, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diklaim berada di sekitar angka 40 persen. “Mana mungkin survei internal mereka menangkan kami, inikan untuk menutupi kekalahannya, seakan-akan ada survei internal,” sambungnya.

Bahkan, politisi Golkar ini menilai saat ini tak ada survei independen dan kreadibel yang memenangkan paslon 02. “Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim, berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54 persen.
Sementara, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diklaim berada di sekitar angka 40 persen.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengaku tidak ambil pusing atas hasil survei yang dirilis SMRC. Dalam survei terkini SMRC, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat 54,9 persen suara, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 32,1 persen.

Andre, pada Pilkada DKI 2017, berbagai lembaga survei mengunggulkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Namun, sejumlah hasil survei meleset. Pilkada DKI justru dimenangi pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Survei-survei mereka itu yang menyatakan Ahok menang dulu. SMRC, Indikator. LSI Denny JA, Charta Politika sama. Mereka meleset semua. Jadi santai saja,” ujarnya, beberapa waktu lalu di Jakarta. (Fel)

Komentar

News Feed