oleh

Rizal Ramli Sarankan Ini Setelah Tom Lembong ‘Dibodoh-bodohi’ Jokowi

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mencoba memberikan support kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong yang kena tegur keras oleh presiden Joko Widodo. Dimana memang, Jokowi mengatakan ‘bodoh’ sehingga membuat mantan Menteri Perdagangan ini kesal.

“Tom.. ndak usah kaget, kalau kebijakan utamanya hanya paket2 (sudah16) yang hanya bagus diatas kertas. More significant moves are needed,” ujar Rizal, dikutip dari cuitan pada akun Twitternya @RamliRizal, kemarin.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Tom mengungkapkan kekecewaannya saat di Jakarta, kemarin. “Saya lumayan kaget karena kemarin di acara Rakornas BKPM dalam sambutannya Presiden mengeluhkan neraca dagang, kekalahan investasi, sampai keluar dari mulut beliau kata ‘bodoh’,” katanya di Hotel Shangri-La, Rabu (13/3/2019) kemarin.

Tom juga menambahkan, bahwa Jokowi juga membanding-bandingkan investasi dan ekspor Indonesia yang tertinggal dari negara tetangga. “Saya mengakui bahwa kita ketinggaan, kita kalah baik dari segi inevstasi maupun ekspor dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam,” jelasnya.

Sebagai informasi, bahwa tahun lalu, BKPM mencatat pertumbuhan investasi hanya 4,1 persen menjadi Rp721,3 triliun dari posisi 2017 sebesar Rp692,8 triliun. Persentase itu melambat dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan 2017 yang mencapai 13,1 persen.

Adapun selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sepanjang tahun lalu senilai US$180,06 miliar. Raihan ekspor itu di bawah kinerja impor yang mencapai US$188,63 miliar. Kondisi ini menyebabkan Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan senilai US$8,57 miliar.

Presiden Jokowi mengaku heran dengan kondisi tersebut, karena menurutnya investor berbondong mendatangi Indonesia setiap harinya. Namun, hanya sedikit minat investasi tersebut yang terealisasi.

“Ini yang salah di mana? Di pusat, provinsi, kota atau kabupaten? Saya akan kontrol betul mana yang salah. Investor datang ingin investasi tapi kenapa tidak menetas? Ini pasti ada problemnya, apakah kecepatan perizinan, atau mungkin urusan pembebasan lahan yang bertele tele sehingga investor pergi atau pelayanan kita yang tidak cepat dan tidak baik? Ini urusan besar,” tegas Jokowi saat itu. (Waw)

Komentar

News Feed