oleh

PDIP Pertanyakan Sumber Dana PSI

-Headline, Politik-3.996 views

indonesiakita.co – Pidato politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang mempertanyakan sikap para partai nasionalis tentang komitmen anti korupsi dan toleransi mendapat tanggapan dari Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini menyebut bahwa setiap partai memiliki pendekatan dan strategi berbeda dalam banyak hal.

“Jadi memang..siklusnya internalisasi, sosialisasi dan eksternalisasi ideologi. Butuh waktu panjang, itu sebabnya kami (PDI-P) terus mengingatkan agar kader memiliki kesabaran revolusioner,” ujarnya, kepada awak media di Gedung DPR, kemarin.

Bahkan Hendrawan justru mempertanyakan konsistensi kader PSI. Karena menurutnya, pernyataan kader PSI selama ini hanya semata-mata untuk merebut suara pemilih agar bisa lolos ke senayan.

“Fair saja, sekarang tentu belum bisa dibuktikan. Tapi harus diakui mereka berkata-kata dengan manis dan menarik. Secara pribadi saya ingin melihat teman teman PSI ada di Senayan. Namun berbagai survei menunjukkan partai ini dinilai elitis, tidak berakar, dan cenderung menyasar atau cocok untuk orang-orang kota,” tegasnya.

Selain itu Hendrawan juga mempertanyakan sumber pendanaan PSI sebagai partai baru. Sebab, ia menilai partai partai besar saat ini kesulitan menggalang dana untuk beriklan di televisi, baliho berbayar serta alat peraga kampanye lainnya.

“Jadi ada yang menarik tentang PSI. Siapa saja konglomerat yang ada di belakangnya, sumber dana dari bisnis apa, dan seterusnya, bisa jadi bahan kajian menarik.

“Terus terang kami kagum dengan semangat Bro dan Sis di PSI. Daya juang dan strategi juangnya harus kita hargai,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mempertanyakan sikap para partai nasionalis tentang sikap anti korupsi dan toleransi yang belum di implementasikan. Hal ini disampaikan Grace saat menyampaikan pidato politikya di Medan, Sumatera Utara, pada Senin 11 Maret 2019 lalu. (Fel)

Komentar

News Feed