oleh

Jokowi Kembali Pakai BUMN yang Sedang ‘Meriang’ Atasi Anjloknya Harga Karet!

indonesiakita.co – Presiden Joko Widodo mengaku pemrintah dapat mengatasi masalah penurunan harga karet yang sempat terjadi di Indonesia. Hal ini ia ungkapkan saat melakukan kunjungan ke Petani Pekebun Karet Sumsel dilakukan di Pusat Penelitian Karet Kementerian Pertanin (Kementan) i Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sulawesi Selatan, kemarin.

“Barusan saya bisik-bisik sama salah satu petani Pak Ali namanya. Saya tanya gimana harga karet? Dia bilang Alhamdulillah Pak dulu Rp 4 ribu – Rp 5 ribu, sekarang mulai masuk Rp 8 ribu,” ungkap Jokowi.

Jokowi menambahkan, bahwa ia memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (PUPR) Basuki Hadimuljono agar menggunakan karet dalam campuran aspal.

“Sekarang ngaspal jalan jangan sampai hanya aspal, campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau dan Jambi, hasilnya bagus, tapi harganya lebih mahal dikit. Nggak apa beli, ini perintah,” tegasnya.

Jokowi juga meminta agar penggunaan aspal karet tidak hanya sebatas di tiga provinsi tadi, tetapi di seluruh Indonesia. “Kita bangun pabrik-pabrik untuk mengolah di dalam negeri. Kita harus memiliki industri-industri yang berkaitan dengan bahan baku karet. Sehingga harga jadi lebih baik,” sambungnya.

Jokowi Korbankan BUMN?

Begitu pula perusahaan-perusahaan BUMN akan diinstruksikan membeli karet-karet hasil perkebunan rakyat. “Sebelumnya saya dikejar-kejar sama Gubernur Sumsel untuk bertemu petani karet. Saya bilang sebentar, ini jalan keluarnya belum ada. Sekarang sudah ada, baru kita temui,” tambah Jokowi.

BUMN dipastikan kembali digunakan Jokowi setelah proyek infrastruktur. Dimana beberapa waktu lalu, Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) mengeluh dan meminta Pemerintah melibatkan lebih banyak kontraktor swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.

“Ada 147.000 pelaku konstruksi, ada pada posisi 1% saja itu pengusaha swasta yang besar. Cobalah itu dimanfaatkan benar-benar untuk bisa bergabung dengan (proyek) BUMN itu,” kata Sekretaris Jenderal Andi Rukman Karumpa usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Senin (28/5/2018).

Padahal, kinerja BUMN pada tahun 2014, awal naiknya Jokowi, dengan kinerja saat ini.
Cara menilai kinerja BUMN yang paling objektif adalah dengan menggunakan rasio-rasio yang paling umum, yaitu dengan mengukur return on equity (ROE) dan return on asset (ROA). Yang mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan seluruh BUMN dari modal (ekuitas) dan asset yang dimiliki.

Ternyata, ROE BUMN pada tahun 2018 hanya 7,4%, jauh di bawah ROE BUMN pada tahun 2014 yang sebesar 14,3%. ROA BUMN tahun 2018 2,3%, juga jauh di bawah ROA BUMN tahun 2014 yang sebesar 3,4%. Terlihat kinerja memble BUMN kita selama 4 tahun pemerintahan Jokowi.

Sebelumnya memang, Jokowi menyebut keputusan tersebut diambil pemerintah setelah melakukan kajian terkait harga karet yang terus turun. Rata-rata harga karet dunia saat ini hanya mencapai US$1,43 per kg, atau sudah turun sekitar 13 persen sepanjang tahun ini.

Harga karet global hanya tersisa kurang dari seperempat harga tertinggi pada 2011 yang sempat mencapai US$6,26 per kg.

“Kami putuskan, karet yang harganya jatuh jadi Rp 6.000 per kg (harga petani) akan dibeli oleh Kementerian PUPR. Beli langsung kepada petani atau melalui koperasi mulai Desember ini. Harganya kisaran Rp7.500-Rp 8.000 per kg. Karet tersebut rencananya akan digunakan sebagai olahan aspal jalan,” ujar Jokowi disela kegiatan penyerahan SK hutan sosial di Hutan Wisata Puntikayu Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (25/11/2018) lalu.

Adapun nantinya, karet yang dibeli oleh Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tersebut akan digunakan sebagai olahan aspal jalan yang sedang dikembangkan. “Ini harganya masih dihitung biar final, nanti kami akan hitung-hitungan lagi. Kalau ada peluang harga lebih, itu nanti disampaikan,” jelasnya. (Fel)

Komentar

News Feed