oleh

TKN Klaim Jokowi Turunkan Angka Kemiskinan, Masih Ingat Apa Kata Rizal Ramli?

indonesiakita.co – Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyebut, bahwa Program Keluarga Harapan atau PKH yang ada di era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dapat menekan angka kemiskinan. Bahkan, ia menilai prestasi tersebut merupakan angka terendah dalam sejarah Indonesia.

“Angka terendah dalam sejarah Indonesia. Bukan hanya angka kemiskinan, angka gini rasio juga mengalami penurunan hingga 0,38 yang itu artinya kualitas pemerataan pendapatan semakin membaik,”ujarnya, dalam keterangan tertulis, kemarin.

Politisi Golkar ini menjelaskan, dalam perjalanannya anggaran PKH terus meningkat. Di tahun 2014, penerima program itu sebanyak 2,79 keluarga dan terus melonjak di tahun 2018 sebanyak 18 juta keluarga.

“Ini data BPS, tidak bisa diintervensi oleh pemerintah. Data BPS ini juga digunakan oleh pemerintahan mana pun. Kalau meragukan data BPS ya parameter apalagi yang mau kita gunakan. Tanpa keputusan yang diambil Pak Jokowi, tidak mungkin kualitas dan anggaran untuk rakyat itu akan menjadi kebijakan yang tepat,” tutupnya.

Namun tentunya, apa yang disampaikan Ace bertentangan dengan apa yang sebelumnya dikatakan oleh ekonom senior Indonesia Rizal Ramli. Bahkan, ia menyebut tebaran optimis yang diusung Jokowi memudar.

”Ekonomi stagnan di 5 persen, pengurangan kemiskinan terendah sejak reformasi, presiden Widodo hanya bisa menurunkan 450 ribu orang miskin pertahun, bandingkan dengan era Gus Dur yang mampu menurunkan kemiskinan 5,05 juta pertahun, Habibie 1,5 juta orang per tahun, Mega 570.000 orang per tahun dan SBY 840.000 orang per tahun,” tegas Rizal, di Jakarta, (25/2/2019) lalu.

Ia juga mengatakan prestasi presiden Widodo paling rendah. “ paling rendah menurunkan kemiskinan karena arus ekonominya meninggalkan Trisakti, terutama karena impor ugal-ugalan, terutama menghapus subsidi listrik 450 dan 900 Watt. Boro-boro kedaulatan pangan tercapai, yang terjadi impor ugal-ugalan,” tutup Rizal. (Fel)

Komentar

News Feed