oleh

Ngaku Juga, TKN Minta Revisi Anggaran 2019 Soal Kartu Pra Kerja Jokowi

indonesiakita.co – Kartu Pra kerja yang dipromosikan oleh Joko Widodo sampai masih menjadi perhatian publik. Karena sebelumnya, banyak pihak yang menilai, bahra hal tersebut sulit tercapai serta membebani negara.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ru Amin, Johnny G Plate, menyatakan, penganggaran untuk program Kartu Prakerja tidak akan masuk APBN Tahun 2019. “Kalau anggaran yang dimaksud tahun ini, 2019, kan sudah diputuskan anggarannya,” kata Plate di Kompleks Parlemen, kemarin.

Politisi Nasdem ini menjelaskan, bahwa ada beberapa hal untuk bisa memasukkan dana Kartu Prakerja di dalam APBN 2019. Salah satunya dengan revisi anggaran. “Kalau mau dimasukkan ya revisi anggaran 2019. Nomenklaturnya harus ada penyesuaian,” jelasnya.

Adapun menurutnya, yang paling memungkinkan anggaran Kartu Prakerja masuk APBN 2020. Setelah terpilih presiden baru. “Kedua, apabila dibiayai melalui APBN, saya kira yang bisa kita lakukan kan 2020 bisa masuk. Jadi akan dibicarakan oleh DPR yang saat ini masih bekerja aktif, kan sampai Oktober. Jadi kami bisa mengawali persiapan itu untuk APBN 2020,” tambahnya.

Selain itu, Plate juga mengomentari ucapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menilai program Kartu Prakerja Jokowi bisa membebani anggaran negara. Menurut dia, Fahri hanya asal bicara saja. “Pak Fahri Hamzah kan asal ngomong semua memberatkan APBN,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meragukan program kartu pra-kerja yang diluncurkan presiden Jokowi, serta menyebut program itu hanya omong kosong.
“Dari mana dia (Jokowi) mau dapat duit? ASN dia janjikan nggak ada. Honorer nggak angkat, subsidi kita dicabut, BPJS kita bangkrut, sudah lah omong kosong itu,” kata Fahri di Al Jazzeerah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (3/3/2019), lalu.

Fahri bahkan menyebut banyak dana yang belum diberikan Jokowi kepada masyarakat. Salah satu yang disebut Fahri yakni bantuan untuk korban bencana alam.
“Dia (Jokowi) belum bayar aja masih banyak. Saya mengirimkan tim ke daerah-daerah bencana, dia nggak bayar itu. Dia tahan, dia pakai sistem kelompok atau apa intinya dia nggak mau keluarin uang. Orang itu tinggal di tenda, orang itu tinggal di rumah bocor, kasih duitnya, itu udah ada duitnya,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed