oleh

Nasib Kartu Pra Kerja Jokowi, Dinilai Omong Kosong dan Bebani Negara

indonesiakita.co – Calon presiden Joko Widodo menyebut pemegang kartu pra kerja akan mendapatkan gaji meski belum mendapatkan pekerjaan. Menurut Jokowi, para pemegang kartu itu mulanya akan mendapatkan pelatihan sesuai keterampilan dan skill yang mereka miliki.

Hal ini disampaikan Jokowi saat ngopi bareng milenial di Kopi Haji Anto 2 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (1/3/2019) lalu.

“Pemegang kartu pra kerja tetap belum mendapatkan pekerjaan, maka ia akan mendapat honor dari pemerintah. “Kalau belum dapat pekerjaan, kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji. Tapi jumlahnya berapa masih kita rahasiakan. Nanti,”jelas Jokowi.

Namun, kebijakan ini dinilai dapat membebani negara. Terlebih, pemegang kartu tersebut tetap digaji meski belum mendapatkan pekerjaan. “Untuk gaji guru saja kita utang. Masak, Pak Jokowi mau tambah utang baru untuk gaji pengangguran?” ujar juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) prabowo-sandiaga, Mohammad Nizar Zahro, kemarin.

Karena menurutnya, ada tujuh juta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). “Kalau Jokowi mau kasih gaji Rp 1 juta per orang, maka akan butuh biaya 7 triliun,” sambungnya.

Selain itu, program Kartu Pra-Kerja juga bertentangan dengan Undang Undang APBN 2019. Sebab, dokumen hukum yang telah ditandatangani Jokowi itu tidak mencantumkan pagu anggaran untuk program bagi-bagi kartu.

Adapun diketahui, berdasarkan UU no 12 tahun 2018 tentang APBN 2019 dan perpres 129 tahum 2018 tentang rincian APBN 2019 yang ditandatangani Jokowi, tidak ada tiga program sakti itu.  “Daripada bagi-bagi kartu, Jokowi sebaiknya tunaikan janji tahun 2014, angkat honorer K2 menjadi ASN seluruhnya,” tutupnya.

pemegang kartu pra kerja tetap belum mendapatkan pekerjaan, maka ia akan mendapat honor dari pemerintah. “Kalau belum dapat pekerjaan, kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji. Tapi jumlahnya berapa masih kita rahasiakan. Nanti,” tutup Joko Widodo. 

Sebelumnya, kritikan juga dilontarkan oleh wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dengan meragukan program kartu pra-kerja yang diluncurkan presiden Jokowi, serta menyebut program itu hanya omong kosong.

“Dari mana dia (Jokowi) mau dapat duit? ASN dia janjikan nggak ada. Honorer nggak angkat, subsidi kita dicabut, BPJS kita bangkrut, sudah lah omong kosong itu,” kata Fahri di Al Jazzeerah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (3/3/2019), lalu.

Fahri bahkan menyebut banyak dana yang belum diberikan Jokowi kepada masyarakat. Salah satu yang disebut Fahri yakni bantuan untuk korban bencana alam.

“Dia (Jokowi) belum bayar aja masih banyak. Saya mengirimkan tim ke daerah-daerah bencana, dia nggak bayar itu. Dia tahan, dia pakai sistem kelompok atau apa intinya dia nggak mau keluarin uang. Orang itu tinggal di tenda, orang itu tinggal di rumah bocor, kasih duitnya, itu udah ada duitnya,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed