oleh

Apakabar Tol ‘Mahal’ Trans Jawa yang Dibanggakan Jokowi?

indonesiakita.co – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan bahwa Tol Trans Jawa memiliki tarif mahal, sehingga hal ini berdampak pada frekuensi pengguna jalan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi yang menyebut masyarakat enggan menggunakan tol yang dipromosikan presiden Joko Widdo.

“Akibat dari hal ini, volume lalu lintas di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Seperti bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan,” ujar Tulus Abadi, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/2/2019) lalu.

Ia bahkan menyatakan, Tol Trans Jawa terancam tidak akan menjadi bagian untuk menurunkan biaya logistik, dikarenakan mayoritas angkutan truk tidak mau masuk ke dalam jalan tol. “Truk akan masuk tol Trans Jawa, jika biaya tol ditanggung oleh penerima barang. Terlalu mahal bagi pengusaha truk untuk menanggung tarif tol Trans Jawa yang mencapai Rp 1,5 juta,” sambungnya.

Selain itu menurutnya, eksistensi tol Trans Jawa banyak membangkitkan volume trafik ke kota-kota di Jawa Tengah seperti Tegal, Pekalongan, Semarang, dan lainnya. “Hal ini terbukti, saat liburan saat ini justru arus trafik lebih banyak ke arah Timur/Jawa Tengah, sekitar 40 persen,” pungkasnya.

Adapun sejak akhir 2018, Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta – Surabaya telah beroperasi. Pengoperasian Jalan Tol Trans Jawa ini pun bagaikan angin segar bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum darat lainnya.

Sebagai informasi, tarif tol untuk golongan 1, Jakarta (Jakarta-Cikampek) – Semarang sekitar Rp 226.000. Kalau dari Merak – Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek) – Semarang sekitar Rp 289.000. Sementara untuk menuju Surabaya dari Jakarta (Jakarta-Cikampek, tarifnya sekitar  Rp 483.500 dan dari Merak – Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek) – Surabaya sekitar Rp 546.500. Jumlah uang tol yang harus dibayarkan ini relatif, sesuai seberapa sering Anda keluar-masuk tol untuk singgah di suatu kota.

Namun, Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani mengatakan, ada beberapa hal yang menguntungkan jika menggunakan Tol Trans Jawa. Menurutnya, tak adanya kemacetan dan medan sulit, membuat waktu tempuh lewat Tol Trans Jawa jauh lebih cepat dibandingkan jalan alternatif. 

“Waktu tempuh menjadi lebih singkat  berkat adanya Tol Trans Jawa. Idealnya Jakarta – Surabaya (butuh waktu) 10 sampai dengan 12 jam. Dari Jakarta sampai ke Kota Surabaya sekitar 800 km, kalau dipacu dengan 100 km/jam saja mungkin hanya delapan jam,”ujarnya, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Ia juga enggan berbicara banyak soal kemungkinan kompensasi tarif Tol Trans Jawa. “Itu juga dari pemerintah deh. Kalau dari sisi kami kan ada investasi baru. Bagaimana terus dampaknya kalau da investasi baru, kan perubahan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) dan seterusnya. Bagaimana pemerintah kan balik lagi ke beliau,” ucapnya saat ditemui seusai RUPS JSMR di Jakarta (1/2/2019). (Fel)

Komentar

News Feed