oleh

Eks Komisoner KPU Kembalikan Uang Suap dari Kader PDIP ke KPK

indonesiakita.co – Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan akhirnya mengembalikan uang hasil suap sebesar 15 ribu dolar Singapura kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus tersebut. Sebagai penerima, yakni Wahyu dan Agustiani. Sedangkan sebagai pemberi, yakni kader PDIP Harun Masiku yang saat ini masih menjadi buronan dan Saeful (SAE), swasta.

“Mas WS (Wahyu Setiawan) menyerahkan bukti setoran pengembalian uang yang diterima 17 Desember (2019) itu 15 ribu dolar Singapura dikonversi menjadi Rp154 juta,” kata ujar pengacara wahyu, yakni Tony Akbar Hasibuan di gedung KPK, kemarin.

Tony menjelaskan soal jumlah uang yang selama ini dirilis KPK sebesar Rp 200 juta. “Jadi duit ini tuh sama dengan duit di konferensi pers KPK yang sebut Rp200 juta sebenarnya faktanya 15 ribu dolar Singapura tetapi mungkin perkalian KPK anggapnya itu Rp200 juta,” sambung Tony.

Ia menjelaskan, bahwa Wahyu sempat menolak pemberian uang tersebut dari mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

“Jadi duit ini yang ketemu di (Mal) Pejaten Village, duit itu sebenarnya mau dikasih ke Pak WS lebih dari 15 ribu dolar Singapura tetapi dia tolak tetapi dipaksa terus suruh ambil. Akhirnya Pak WS bilang ‘ya sudah saya ambil tetapi saya pinjam’ begitu bahasanya Pak WS. Jadi, 15 ribu dolar Singapura itu lah yang diambil dari Tio,” ungkap Tony.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum bisa mengonfirmasi lebih lanjut soal pengembalian uang dari Wahyu tersebut. “Kalau tentang itu, kami mohon maaf perlu konfirmasi terlebih dahulu ke teman-teman penyidik. Jadi nanti akan saya infokan lebih lanjut,” ucap Ali di gedung KPK, Jakarta, Jumat. (Waw)

Komentar

News Feed