oleh

Dosen Unnes Ledek Jokowi Dicopot, Kepala BPIP Sebut ‘Agama Musuh Pancasila’ Masih Santai?

indonesiakita.co – Seorang dosen berinisial (SP) dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dinon-aktifkan oleh pihak kampus karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap presiden Joko Widodo. SP diketahui, mengunggah konten ujaran kebencian melalui akun Facebooknya.

“Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019,” Rektor Unnes Fathur Rohkman di Semarang, kemarin.

Sebelumnya, SP juga sempat diperiksa oleh tim siber Unnes hingga akhirnya turun surat berkaitan dengan pembinaan aparatur. “Pembinaan berupa menonaktifkan dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Meski demikian status kepegawaiannya masih,” sambung Rokhman.

Adapun pembebasan tugas yang mulai berlaku 12 Februari 2020 itu bertujuan untuk memperlancar proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan hingga ada keputusan tetap. Fathur menjelaskan, bahwa Unnes akan bersikap tegas terhadap tenaga pendidik yang diduga memiliki ideologi merusak yang dikhawatirkan berdampak pada mahasiswa.

Kontroversi yang dilakukan oleh SP sebagai pendidik tampaknya tak jauh berbeda jika dikaitkan dengan rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, yang dinilai melecehkan agama akibat pernyataannya beberapa waktu lalu.

Yudi telah dilantik oleh Jokowi sebagai Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila, hal ini ia sampaikan kepada salah satu media.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian.

Pernyataan tersebut mengakibatkan banyak pihak yang menudingnya tidak memahami Pancasila, maupun agama. Bahkan, tak sedikit yang mendesak Jokowi agar Yudi dicopot. (Fel)

Komentar

News Feed