oleh

Anak Buahnya Diperiksa Kejagung Soal Jiwasraya, Ingat Dato Sri Tahir Pernah Bilang Apa?

-Ekonomi-2.534 views

indonesiakita.co – Kejaksaan Agung (kejagung) terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait skandal PT Asuransi Jiwasraya (persero) Tbk. Kini, giliran salah satu petinggi dari Mayapada Group, yakni Helin Saputro.

Diketahui, Helin merupakan Secretary to Chairman PT Bank Mayapada International Tbk dan telah bergabung dengan Mayapada Group sejak Desember 2017.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan, bahwa pemeriksaan terhadap Helin berkaitan dengan pengelolaan saham. “”Saksi (Helin Saputro) diperiksa berkaitan dengan pengelolaan saham PT Asuransi Jiwasraya dalam proses transaksi jual beli saham reksadana di Bursa Efek Jakarta,” ujarnya, kemarin, di Jakarta.

Sementara itu di lokasi berbeda, Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar yakin Kejagung telah mengantongi informasi atau bukti mengenai keterkaitan Mayapada Group dengan skandal Jiwasraya. “Saksi yang dimintai keterangan sudah pasti memiliki keterkaitan rangkaian perbuatan dengan terjadinya tindak pidana yang sedang ditangani,” tegas Junisab.

Namun demikian, ia meminta agar semua pihak menyerahkan amsalah tersebut kepada Kejagung. Meski demikian, menurut Junisab, terlalu prematur jika menyebut petinggi Mayapada Group menjadi calon kuat tersangka baru kasus Jiwasraya hanya karena Kejagung memeriksa Helin.

“Tidak bisa dibilang begitu, jika nantinya pihak Mayapada akan jadi tersangka. Soal siapa yang harus jadi tersangka, percaya saja sama kejaksaan. Tunggu mereka, jangan mendahului,” paparnya.

Sebagai informasi, masuknya nama Dato’ Sri Tahir ke dalam lingkara pemberitaan Jiwasraya berkaitan dengan kabar yang mengatakan bahwa pihaknya melalui Mayapada Group berencana untuk mengakuisisi saham dari dua perusahaan milik keluarga Tjokrosaputro, yakni PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)

Namun, Dato Sri Tahir, menegaskan pihaknya tak terkait Jiwasraya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ia menyebut kabar bahwa Mayapada Group akan membeli saham perusahaan milik Benny tidak benar. Bahkan menurutnya, pihaknya tidak pernah punya rencana membeli atau mengambil alih saham dari siapapun.

“Kenal aja nggak! Jadi, itu hoaks total. Kami tidak pernah ada rencanan mau beli atau ambil alih saham siapa pun, termasuk saham-saham milik Pak Benny,” tegasnya, Jakarta, Senin (30/12/2019) lalu.

Dato Sri Tahir selain pendiri Mayapada Group, ia juga merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), yang dilantik pada 13 Desember 2019 lalu. (Fel)

Komentar

News Feed