oleh

Dinilai Asal Main Tunjuk Ketua DPD, Megawati Digugat Kader PDIP

-Politik-110 views

indonesaiakita.co – Imran Mahfudi, seorang kader dari PDI-P menggugat ketua umumnya, yakni Megawati Soekarnoputri terkait hasil konferensi daerah V yang digelar pada Agustus 2019 lalu. Ia mengatakan, bahwa hasi konferensi tersebut tidak sah.

Hal ini ia sampaikan melalui gugatannya di Pengadila Negeri Banda Aceh. “DPP partai langsung menunjuk Muslahuddin Daud sebagai Ketua DPD tanpa proses pemilihan atau musyawarah mufakat dengan peserta Konferda. Ini adalah pelanggaran terhadap anggaran dasar partai,” ujar Imran Mahfudi hari ini.

Sebagaimana diketahui, Megawati yang menunjuk Muslahuddin Daud sebagai ketua DPD PDIP Aceh. Padahal menurut Imran, penunjukan ketua DPD seharusnya dilakukan dengan musyawarah para kader PDIP Aceh, bukan oleh DPP.

Atas masalah itu, ia yakin, bahwa DPP PDIP telah mengambil alih kewenangan yang dimiliki forum Konferda untuk menentukan ketua DPD PDIP Aceh. Imran sendiri merupakan mantan calon ketua DPD PDIP Aceh pesaing Muslahuddin Daud yang dipilih DPPP.

Selain itu, Imran menyebutkan bahwa Muslahuddin Daud, hanya diusulkan oleh satu DPC saja. Namun DPP tetap menunjuk yang bersangkutan sebagai ketua DPD.

Akibat dugaan pelanggaran terhadap anggaran dasar partai itu, kepengurusan yang dihasilkan dari Konferda menjadi tidak sah menurutnya. Selain itu, seluruh tindakan mewakili partai, juga menjadi tidak sah termasuk ketika DPD PDIP Aceh menghadiri Kongres V PDIP di Bali Agustus 2019 lalu. “Di dalam petitum gugatan disamping meminta majelis hakim menyatakan tidak sah Konferda V PDIP Aceh, juga meminta agar dinyatakan tidak sah Kongres V PDIP,” ungkapnya.

“Saya lebih senang apabila menempuh upaya penyelesaian melalui Mahkamah Partai, namun karena Mahkamah Partai pun tidak tunduk pada ketentuan UU, tidak ada pilihan bagi saya selain membawa persoalan ini ke Pengadilan,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed