oleh

Biar Tau Siapa Aja Pejabat yang Doyan, Politisi Demokrat Tantang Buka CCTV Panti Pijat di Jakarta!

-News-3.222 views

indonesiakita.co – Kasus penggerebekan PSK (NN) yang melibatkan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade masih terus menyita perhatian publik. Namun, ada pro dan kontra terhadap dukungan untuk Andre ramai di sosmed.

Salah satunya adalah politikus Partai Demokrat Taufiqurrahman. Ia mengakui, bahwa sosok Andre belum tentu orang yang bersih. “Saya gak yakin Andre Rosiade itu suci, coba cek rekaman cctv seluruh griya pijat dan karaoke di Jakarta, apakah muncul wajah sok suci nya?” cuit Taufiqurrahman, dikutip dari akun Twitternya, @taufiqrus, pada Sabtu (8/2).

Diketahui sebelumnya, anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengaku akan menghormati sikap pihak-pihak yang menilai negatif soal penggerebekan PSK. Meski di-bully dan dimaki oleh netizen, Andre menganggap hal itu risiko perjuangannya memegang amanah masyarakat Sumbar.

“Kalau saya di-bully, dimaki oleh netizen, itu risiko perjuangan. Ini pertanggungjawaban saya ke Allah karena jabatan ini amanah dari Allah. Jabatan ini dipertanggungjawabkan dunia-akhirat,” katanya, Rabu (5/2/2020) lalu.

Selain itu, Andre Rosiade menduga dirinya diserang soal isu menjebak PSK di Kota Padang, Sumatera Barat, usai mengkritik Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Apa alasan Andre menduga seperti itu?

“Penggrebekan 26 Jan , sy mulai diserang 4 Feb, setelah mengkritik Ahok Komisaris rasa Dirut di 3 Feb. Dan kalo diperhatikan yg menyerang adalah akun2 yg diduga pendukung yg bersangkutan. He..he..he berasa jadi mas ⁦@aniesbaswedan ogut,” kata Andre seperti yang dia tulis di Twitter, Jumat (7/2/2020).

Andre menjelaskan lebih jauh soal cuitannya itu. Menurut Andre, orang-orang yang menduga dia menjebak PSK mayoritas berasal dari luar Padang dan Sumatera Barat. Kritik yang dimaksud Andre adalah Ahok merupakan Komisaris rasa Dirut Pertamina.

Andre menilai dirinya mendapat dukungan dari masyarakat atas penggerebekan PSK itu. Selain itu, ia juga merasa heran dia tiba-tiba ‘diserang’ kurang lebih 9 hari usai penggerebekan PSK.

“Saya mulai diserang… saya tuh kan menggerebek tanggal 26 dan semua masyarakat sampai sekarang di Kota Padang, masyarakat Kota Padang mendukung. Grass root akar rumput masyarakat mendukung tindakan saya sampai sekarang. Tapi tiba-tiba dibully dan dimaki, dihujat oleh orang-orang yang mayoritas bukan orang Sumatera Barat. Dan itu terjadi setelah saya mengkritisi Pak Ahok di Komisi VI. Patut diduga,” ungkapnya.

Politikus Partai Gerindra itu menyebut akun-akun yang mengkritiknya tergolong influencer terkemuka. Meski demikian, Andre juga memilih menerima semua risiko itu.
“Lihat dong yang menghajar saya kan akun-akun besar. Tapi sekali lagi ini risiko perjuangan. Saya nggak pikirinlah mereka yang penting masyarakat di Sumatera Barat, di Kota Padang mendukung sepenuhnya langkah saya. Wali Kota dukung saya, mantan wali kota dukung saya,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed