oleh

Jokowi Klaim Pembebasan Lahan Infrastruktur Tak Ada Masalah, Proyek LRT Jabodetabek Kok Mundur Hingga 2021?

indonesiakita.co – Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo menyatakan pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek mengalami gangguan. Dimana rencana awal, pengerjaan proyek tersebut pada semester II 2019 mundur hingga Maret 2021.

Ia mengungkapkan, ada sejumlah hal yang menjadi kendala, yakni salah satuny adalah pendanaa. “ Ya, soal pendanaan LRT, karena mundur sampai Maret 2021. Dan ini tentunya akan berdampak pada pembengkakan biaya investasi yanga ada,” ujarnya, pagi ini, di Jakarta.

Hartyanto juga menjelaskan, hal tersebut akan dibicarakan dengan pihak PT Adh Karya TBK, sebagai investor dan juga merupakan kontrator pengerjaan LRT. Ia menambahkan, permasalah lahan di Bekasi juga masih menjadi salah satu penyebab kuat mundurnya proyek tersebut. “Bagaimana, dalam satu tahun ini progres untuk masalah lahan disana (Bekasi) belum selesai,” ungkapnya.

Selain itu, masalah Depo juga menurutnya sangat penting. Mengingat pengoperasian LRT dengan teknologi GOA3 (tanpa masini) harus sinkron. “Harus sinkronisasi terhadap sarana lainnya, karena sebelumnya ada wacana pindah ke Cibubur, inikan malah menciptakan tambahan waktu pengerjaan proyek,” tegasnya.

Pengerjaan proyek LRT Jabodetabek sebesar Rp 25,7 triliun, yang akan digunakan untuk membangun tahap I yakni, Cibubut-Cawang, Bekasi-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas.

Sebagaimana diketahui, calon presiden nomor urut 01 Joko ‘Jokowi’ Widodo mengatakan selama 4,5 tahun pemerintahannya dalam mengerjakan proyek infrastruktur tidak pernah terkendala masalah apapaun. Hal tersebut lantaran pemerintah membeli tanah masyarakat dengan harga yang cukup tinggi sehingga tidak ada konflik saat proses pembangunan infrastruktur.

“Untuk ganti rugi dalam 4,5 tahun tidak terjadi konflik pembebeasan lahan infrastruktur karena tidak ada ganti rugi karena yang ada ganti untung,” ujar Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) lalu. (Fel)

Komentar

News Feed