oleh

10 Anggota DPRD Lampung Tengah Kembali Diperiksa KPK

indonesiakita.co – Setidaknya, 10 anggota DPRD Lampung Tengah kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebutkan, pihaknya membutuhkan keterangan dari 10 anggota DPRD tersebut secara rinci terkait aliran dana serta beberapa hal berkaitan dengan proses pengesahan anggaran.

“Kami harap para saksi datang dan menjelaskan dengan jujur apa yang diketahui terkait dugaan aliran dana, proses pengesahan anggaran dan materi perkara lainnya yang ditanyakan penyidik,” ujarnya kepada awak media, hari ini.

Ia menambahkan, bahwa pemeriksaan akan dilakukan di Lampung, dan bukan di Jakarta. “Ya, nantinya akan diperiksa di SPN Lampung,” tutup Febri singkat.

Sebagai informasi, Mereka yang akan diperiksa adalah, anggota Komisi I Syamsudin, Ketua Komisi II Anang Hendra Setiawan, Wakil Ketua Komisi II Sopian Yusuf, Sekretaris Komisi II Hi Roni Ahwandi, Febriyantoni, Sumarsono, Wahyudi, Slamet Widodo, Sukarman, serta Muhlisin Ali.

Sebelumnya, Mustofa diduga menerima uang sekitar Rp2,7 miliar terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

KPK juga menetapkan status tersangka kepada dua orang swasta lainnya yang diduga pemberi suap, yakni Ockyanto, Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructur (Tower Bersama Group) dan Onggo Wijaya, Direktur Operasi PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Sementara, dalam perkara gratifikasi, Mustafa ditetapkan tersangka bersama Zainal Abidin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Mojokerto periode 2010-2015.

Keduanya diduga menerima fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, termasuk proyek pembangunan jalan di tahun 2015 dan proyek lainnya sekurang-kurangnya Rp3,7 miliar. (Leoman)

Komentar

News Feed