oleh

Sopir Taksi Gantung Diri Tulis Surat untuk OJK, Analis Sosial: Ini Fenomena Kemiskinan Akut!

-Ekonomi-97 views

indonesiakita.co – Kasus meninggalnya Zulfandi, sopir taksi yang ditemukan gantung diri di kamar kosnya di Kawasan Mampang Prapatan pagi Senin (11/2/2019) pagi menyita perhatian publik. Petugas kepolisian yang melakukan olah TKP menemukan sepucuk surat yang ditulisnya.

Menurut kesaksian temannya yakni Nardi, jenazah Zulfandi ditemukan setelah kamarnya didobrak karena setelah beberapa kali dipanggil tak ada jawaban. “Jadi menurut kesaksian Nardi, korban datang dalam keadaan wajar dan sehat. Tidak menunjukkan perilaku aneh serta tidak menceritakan keluh kesah,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan, Iptu Anton Prihartono saat dikonfirmasi, Senin 11 Februari 2019.

Adapun jasad Zulfandi dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk autopsi. Polisi hingga kini masih mendalami motif Zulfandi nekat gantung diri. Namun Anton tidak mengungkapkan apakah aksi nekat itu ada kaitannya dengan isi surat yang ditinggalkannya. “Bukan surat wasiat, hanya surat biasa saja. Curhat,” kata Anton.

Namun dalam surat tersebut, selain meminta maaf, Zulfandi juga menyinggung-nyinggung soal utang piutang. Inilah isi surat yang ditulis Zulfandi.

Maafkan saya telah membuat semua orang susah. Anak-anak janganlah pernah kalian menjadi orang yang suka berbohong. Ayah telah membuat kalian susah, kelak menjadilah orang-orang yang jujur. Istriku maafkan aku yang tak pernah membuat kalian bahagia.

Kepada OJK dan pihak berwajib, tolong berantas pinjaman online yang telah membuat jebakan setan: wahai para rentenir online kita bertemu nanti di alam sana. Jangan pernah ada yang bayar utang online saya, karena hanya saya yang terlibat tidak ada orang lain terlibat kecuali saya.

Menanggapi hal ini, analis sosial Universitas Bung Karno, Muda Saleh menyatakan bahwa fenomena menginggalnya Zulfandi merupakan salah satu gejala sosial yang terjadi pada masyarakat. Dimana kondisi ekonomi saat ini betul-betul menjadi salah satu hal yang menentukan kebahagiaan dalam kehidupan berkeluarga.

“Ini bukti.. jangan dianggap enteng, karena isi suratnya saja sudah ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan kalau kita lihat betapa bahayanya bahwa masih ada sistem simpan pinjam berupa online. Maksud saya, sebagai pengawas, dimana OJK ini,” tegasnya, saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin.

Meski demikian, ia menilai bahwa apa yang terjadi pada Zulfandi memperlihatkan bahwa pengemudi taksi sampai saat ini masih memiliki penghasilan yang cukup memprihatinkan.

“Pemerintah harus memperhatikan ini, baik regulasi maupun sistem persaingan antara transportasi online dengan konvensional. Karena apa, dari bukti dia mengatakan rentenir online, meski saya belum tau pasti bagaimana rentenir online yang dikatakan Zulfandi, tapi fenomena ini menjadi bukti bahwa tingkat pendapatan sopit taksi harus menjadi salah satu indikator pemerintah untuk mencegah adanya permainan curang dari sisi lain dalam pengelolaan sistem transportasi di Indonesia. Ini fenomena kemiskinan akut!” tambahnya.

Muda juga menambahkan, bahwa tewasnya Zulfandi dengan cara gantung diri memperlihatkan begitu besarnya desakan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. “Jelas, dia (Zulfandi) tentunya berjibaku mencari penghasilan yang cukup untuk keluarganya, namun karena tak mencapai ekspektasi, ia melakukan jalan pintas,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed