oleh

Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Dirjen Perhub ‘Pusing Tujuh Keliling’

-Ekonomi-148 views

indonesiakita.co – Harga tiket pesawat terus mengalami peningkatan, di beberapa maskapai penerbangan di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi polemik bagi pengguna jasa layanan transportasi udara.

Bahkan, karena masalah ini, konsumen banyak yang berpindah kepada jasa layanan transportasi lain, seperti kereta Apu, Kapal Laut dan Bus.

Namun demikian, Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan, kenaikan harga tiket tersebut tidak melanggar peraturan apa pun yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016.

Ia menjelaskan, bahwa yang mengatur tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal Dalam Negeri.

“Kalau memang lebih tinggi itu karena low season, kalau low season maskapai butuh hidup, itu salah satu sebabnya. Sebenarnya tidak terlalu tinggi, masih batas wajar,” ujarnya, dalam Kampanye penerbangan Selamanya (Selamat dan Nyaman) di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (10/2/2019).

Adapun menurutnya, sepinya sejumlah bandar udara tidak selamanya dikarenalan karena harga tiket burung besi yang dianggap mahal.
Namun, menurut Polana, sepinya Bandara Soekarno-Hatta karena sedang salam musim sepi alias low season.

“Kalau penurunan hampir setiap tahun di penerbangan terutama Indonesia memang Januari, Februari itu low season. Jadi itu hampir siklus tahunan, mungkin bulan Maret baru meningkat,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed