oleh

Reza Echilo: Musisi Indie Dihargai di Luar Negeri, Mereka Aset Bangsa!

-Showbiz-491 views

indonesiakita.co – Rencana penerbitan Rancangan Undang Undang atau RUU Permusikan menuai protes dari sejumlah kalangan musisi tanah air. Bahkan, ratusan musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, menentang isi RUU yang mereka anggap akan membelenggu kebebasan berekspresi.

“Ini mau apa ya?, aneh, kok seperti gak ada kerjaan lain aja mau bikin RUU Permusikan, bikin musisi Indie (tanpa label) bisa terkekang. Lah, wong musisi Indie Indonesia itu banyak dihargai di luar negeri, ujar Reza Echilo, salah satu musisi Dj, kepada indonesiakita.co, kemarin melalui sambungan telpon selulernya.

Ia menilai, RUU Permusikan tersebut jelas membelenggu para musisi di Indonesia. “Kan teman-teman semua jadi dibatasi karyanya,” sambungnya.

Setidaknya ada 19 pasal yang dianggap bermasalah, pasal tersebut adalah pasal 4, 5, 7, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20, 21, 31, 32, 33, 42, 49, 50, dan 51.

“Liat aja pasal 5, bunyinya, musisi dilarang mendorong khalayak melakukan kekerasan serta melawan hukum. Membuat konten pornografi serta menodai agama. Hahaha… siapa juga yang mau menodai agama, kalau bikin karya yang begitu siapa juga yang mau dengar musik kita,” ini bikin saya gak habis pikir sama yang bikin draft RUU Permusikan ini,” tambah Reza.

Reza juga menyebutkan, bahwa presiden Jokowi merupakan sosok yang suka dengan musik metal, namun sayang, jika anggota dewan tak mengakomodir musik di Indonesia. “Presiden kita suka metal, artinya musik yang keras, tapi ini kok malah dibuat kita malah gak bisa bergerak. Musisi kita itu dah banyak yang dikenal di luar negeri dihargai, masa di negeri sendiri dikekang, dan musisi itu aset bangsa, jangan kecewakan mereka!,” tutupnya. (Leoman)

Komentar

News Feed