oleh

Yaya Purnomo, Mantan Anak Buah Sri Mulyani Divonis 6 Tahun Penjara Karena Kasus Suap!

-News-298 views

indonesiakita.co – Dinyatakan terbukti bersalah, mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan, Yaya Purnomo akhirnya divonis 6 tahun penjara. Ia menerima suap dan gratifikasi terkait pembahasan Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah di delapan Kabupaten-Kota.

Majelis hakim Bambang Hermanto saat membacakan vonis Yaya di Pengadilan Tipikor, mengatakan, Yaya Purnomo terbukti menerima gratifikasi sejumlah Rp 6.528.985.000, USD 55.000, dan 325.000. Penerimaan gratifikasi tersebut berasal dari Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kelima, Kota Balikpapan, Kabupaten Karimun, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tabanan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Yaya Purnomo, 6 tahun 6 bulan penjara dan pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan 15 hari,” ucapnya dalam persidangan, kemarin.

Adapun vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK yang menuntutnya pidana penjara selama 9 tahun, denda Rp 300 juta atau subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, majelis hakim juga mencantumkan hal yang memberatkan yakni tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi.
Sementara hal yang meringankan Yaya Purnomo yakni berlaku sopan, berterus terang di persidangan sehingga memperlancar sidang.

Yaya Purnomo juga dinyatakan telah melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, penerimaan suap, Yaya dianggap melanggar Pasal 12 huruf a undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.
Atas Vonis tersebut Yaya langsung menyatakan menerima vonis hakim sementara jaksa penuntut umum pada KPK masih pikir-pikir dengan batas waktu 7 hari.

Sebagai informasi, Yaya Purnomo merupakan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Ia telah ditetapakan sebagai tersangka dalam kasus korupsi usulan dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P TA 2018. Adapun selain Yaya, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yaitu Amin Santono yang merupakan anggota DPR Komisi XI, Eka Kamaludin selaku swasta dan perantara dan Ahmad Ghaist selaku kontraktor.

Mereka terjaring dalam Operasi Tangkap Tangkap (OTT) yang dilakukan oleh lembaga antirasuah itu di Halim, Jakarta 4 Mei 2018 lalu. KPK mengamankan sejumlah aset yang terkait tindak pidana antara lain logam mulia seberat 1,9 kilogram dan sejumlah uang senilai Rp 1.844.500.000, termasuk 400 juta yang diamankan di Halim dalam operasi tersebut.

Selain itu, KPK juga menyita uang asing sebesar 63.000 dolar Singapura serta 12.500 dolar AS. Semua aset tersebut, minus Rp400 juta ditemukan di rumah tersangka Yaya Purnomo selaku Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Sehari kemudian tepatnya pada 5 Mei 2018, KPK menetapkan mereka sebagai tersangka. (Fel)
 

Komentar

News Feed