oleh

Jokowi Lindungi Sri Mulyani, Rizal Ramli: Jangan Asal Bela yang Rugikan Negara!

-Ekonomi-1.372 views

indonesiakita.co – Ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli kembali mengingatkan presiden Joko Widodo terkait pembelaannya terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani soal utang RI. Rizal meminta agar Jokowi mempertimbangkan hal tersebut, mengingat kebijakan yang diterapkan Sri kerap merugikan negara.

“Mas @jokowi, mohon dibaca dgn teliti agar tidak asal bela yg merugikan negara. Di Bawah Menkeu Sri Mulyani, Indonesia Rugi Rp 121 T Dan 6,7 M Dolar AS,” ujar Rizal dalam akun twitter pribadinya, yakni @RamliRizal, kemarin sekaligus menujukan pernyataannya kepada akun Jokowi.

Rizal juga menambahkan pernyataannya melalui keterangan tertulis, bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Sri Mulyani bertolak belakang dengan konsep ekonomi milik Jokowi yang menyebut keberpihakan kepada rakyat Indonesia. “Ini jelas merugikan rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, masyarakat akan dibebani utang yang cukup tinggi. Saya bingung kok malah dibela mati-matian oleh Jokowi,” sebut Rizal.

Mantan Menko Ekuin di era pemerintahan almarhum Gus Dur itu menambahkan, bahwa konsep ekonomi yang diterapkan Sri Mulyani berafiliasi pada konsep neoliberal, dengan mengandalkan IMF dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi dalam sebuah negara. “Silahkan cek… mohon dicek sekali lagi.. Bahwa tidak ada negara di dunia yang berhasil mengikuti model Bank Dunia. Baik di Latin Amerika, di Asia dan apalagi Afrika, kasihan rakyat kita ini,” tutupnya.

Presiden Jokowi mati-matian membela Menkeu Sri Mulyani setelah capres Prabowo Subianto menyebut menteri pencetak utang. Jokowi justru menyebut Sri Mulyani sebagai menkeu terbaik dunia.

“Saya ngerti ya, dunia juga tahu bu menteri keuangan kita Bu Sri Mulyani adalah kebanggaan kita karena masuk sebagai menteri terbaik Asia Pasifik, masuk sebagai terbaik di dunia. Masuk sebagai penghargaan dan internasional,” ujar Jokowi di sela kunjungan kerjanya di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019) lalu.

Jokowi mengatakan, justru Sri Mulyani adalah figur yang dihormati. Jokowi menyebut bisa saja orang yang menyindir Sri Mulyani menteri pencetak uang tidak paham ekonomi makro.

“Semua orang menghargai kok, semua orang hormat kepada Bu Sri Mulyani. Kalau ada kita yang menyampaikan itu ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro. He he he,” tutup Jokowi.

Namun, bereda kabar, bahwa Sri Mulyani sebenarnya bukan seorang macroeconomist, melainkan seorang ekonom perburuhan. Hal ini terkuak dalam jejaring informasi melalui WhatsApp yang beredar pada MInggu (3/2/2019) kemarin.

Bahkan, judul disertasi Sri Mulyani adalah:”Measuring the labor supply effect of income taxation using a life-cycle labor supply model: A case of Indonesia” atau artinya: “Mengukur Efek Suplai Tenaga Kerja dari Pajak Pendapatan menggunakan suatu model siklus-kehidupan suplai tenaga kerja: Studi Kasus Indonesia”.

Berikut ini adalah link website sumber: https://www.ideals.illinois.edu/handle/2142/20436

Selain itu, dalam rangkaian informasi tersebut, menyatakan bahwa sejumlah ekonom di Indonesia yang disebut-sebut sebagai ahli disertasi ilmu ekonomi makro moneter di antaranya adalah Anwar Nasution, Sudradjad Djiwandono dan Miranda Gultom dari Boston University, Amerika Serikat. (Fel)

Komentar

News Feed