oleh

Harga Tiket Pesawat Naik, Konsumen Perlahan Beralih ke Jasa Transportasi Laut

-Ekonomi-204 views

indonesiakita.co – Meningkatnya harga tiket pesawat tampaknya dirasakan oleh warga Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan, dikabarkan, warga lkini lebih memilih transportasi laut, ketimbang menggunakan jasa transportasi udara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus mengatakan, jumlah penumpang angkutan laut antar pulau yang berangkat dari pada Desember 2018 mencapai 17,53 ribu orang, atau naik 105,01 persen dibanding November 2018 yang hanya mencapai 8,55 ribu orang. “Penumpang kapal laut naik, karena masyarakat beralih menggunakan transportasi laut akibat harga tiket pesawat tinggi menjelang Natal dan Tahun Baru 2019,” ujarnya, kemarin.

Hal ini juga jelasnya, melihat jumlah penumpang angkutan laut antar pulau yang datang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Desember 2018 tercatat 16,08 ribu orang. Jumlah tersebut naik 79,65 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sepanjang tahun 2017, dimana arus penumpang yang datang mengalami kenaikan sebesar 26,13 persen,” jelasnya.

Darwis juga menambahkan, bahwa jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari provinsi itu pada Desember 2018 sebanyak 124,68 ribu orang, atau naik 5,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya 118,52 ribu orang.

“Peningkatan penumpang angkutan udara ini terjadi pada Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang 10,53 persen dan Bandara H.As. Hanandjoeddin Belitung turun 3,74 persen,” tambahnya.

Ia mengatakan periode tahun ini (Januari-Desember 2018) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu (Januari-Desember 2017), jumlah penumpang yang berangkat dari kedua bandara tersebut mengalami kenaikan 4 persen.

“Diperkirakan penumpang angkutan udara pada Januari 2019 mengalami penurunan, karena harga tiket tinggi dan pembatasan penerbangan yang diberlakukan maskapai penerbangan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengadakan pertemuan dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Pertemuan itu diadakan untuk melakukan konfirmasi terkait tarif tiket penerbangan yang dikeluhkan sejumlah pihak sangat mahal, karena alami kenaikan yang tinggi.

“Melalui pertemuan ini, Kemenhub menegaskan bahwa tarif maskapai yang berlaku masih sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan dalam keterangan resmi, Jumat (11/1/2019) lalu.

Hengki menjelaskan terkait Penetapan Tarif Batas Atas dan Bawah sebenarnya sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hengki berharap, dengan adanya kejadian ini masyarakat bisa lebih memahami Penetapan Tarif Batas Atas dan Bawah yang berlaku.

“Kemenhub juga telah meminta kepada INACA untuk turut komunikasi-kan kebijakan tarif kepada masyarakat sehingga masyarakat benar-benar memahami bahwa tarif yang diberlakukan masih dalam batas ketentuan yang ditetapkan pemerintah,”pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed