oleh

Ditolak Warga, Jokowi Ngotot Pembangunan Kilang Minyak Tuban Tetap Jalan

-Ekonomi, Headline-1.422 views

indonesiakita.co – Presiden Jokowi mengatakan bahwa kilang minyak di Tuban, Jawa Timur dipastikan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Selain itu menurutnya, investasi pembangunan dan upgrading kilang minyak di sejumlah daerah akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional.

“Dengan adanya kilang (di Tuban), kita ingin investasi itu membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, dan sekaligus tentu saja akan meningkatkan ekonomi daerah,” ujarnya, Jum’at (01/2/2019).

Adapun sejumlah investasi kilang minyak tersebut rencananya akan dibangun di Tuban, Balikpapan, Bontang, Cilacap dan Balongan. Sementara khusus Tuban, pembangunannya akan melibatkan Pertamina dan perusahaan minyak dari Rusia, Rosneft.

“Kita ingin memiliki refinery, kilang minyak sendiri, yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bbm dalam negeri sehingga akan meningkatkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia. Dan salah satu kilang baru yang akan dibangun ya di Tuban ini. Jadi yang di Tuban adalah kerjasama antara Pertamina dengan Rosneft,” tambahnya.

Jokowi juga menanggapi adanya penolakan sebagian warga Tuban terkait lokasi pembangunan kilang minyak itu. Ia pun mengimbau agar segala aspirasi warga disampaikan ke kepala daerahnya baik Bupati maupun Gubernur.
“Yang penting dibicarakan kalau ada yang belum setuju, investasi itu untuk membuka lapangan pekerjaan,”tegasnya.

Sebegaimana diketahui, sebelumnya, ribuan massa dari enam desa menggeruduk kantor DPRD Tuban, pada Selasa (29/1/2019) lalu. Massa berasal dari Desa Wadung, Desa Sumurgeneng, Desa Rawasan, Desa Kaliuntu, Desa Remen dan Desa Mentoso tersebut menuntut penolakan kilang minyak, yang akan berdiri di beberapa desa setempat. Yakni, kilang minyak yang akan dibangun Pertamina dan Rosneft. “Pembebasan lahan kilang minyak hanya untuk kepentingan perusahaan, bukan untuk rakyat,” tegas Orator, dalam menyampaikan aspirasinya.

Menurut Orator ini, warga desa minta penetapan lokasi (penlok) kilang minyak dicabut dan ditolak, karena dinilai melanggar hukum. Sebab, masyarakat tidak ada kewajiban untuk menjual tanahnya ke Pertamina maupun Rosneft, perusahaan minyak asal Rusia. “Cabut Penlok kilang minyak, kita tolak pembangunan kilang minyak Pertamina dan Rosneft di Jenu, tolak saja,” teriaknya, disambut riuh rendah massa warga.

Sebagai informasi, Kilang Minyak Tuban adalah proyek pembangunan kilang minyak baru dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari. Dengan dibangunnya kilang minyak tersebut, diharapkan dapat meningkatkan penyediaan bahan bakar di Indonesia sehingga dapat menurunkan ketergantungan terhadap impor. (Fel)

Komentar

News Feed