oleh

Hah? Ratu Keraton Agung Sejagad Ternyata Aktivis HMI

-News-102 views

indonesaiakita.co – Ratu Keraton Agung Sejagat, yakni Fanni Aminadia ternyata merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pengacara Fanny, Ari Tarigan, menyatakan bahwa kliennya itu adalah aktivis HMI, salah satu organisasi mahasiswa ektra kampus dengan rekam jejak yang panjang di tanah air.

Pengacara Fanny, Ari Tarigan, menyatakan bahwa kliennya itu adalah aktivis HMI, salah satu organisasi mahasiswa ektra kampus dengan rekam jejak yang panjang di tanah air.

“Bu Fanni dalam hal ini, klien kami, adalah nasionalisme sejati. Mungkin banyak yang tahu salah satu peran aktif beliau adalah tokoh pendiri Laskar Merah Putih. Ini beliau, saya sampaikan. Beliau juga aktif di kegiatan Himpunan Mahasiswa Islam dan berbagai hal,” ujarnya, dikutip dari tayangan ndonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa, 21 Januari 2020.

Sebelumnya, Fanni sempat berbelit-belit saat dimintai keterangan oleh polisi. Pasalnya, dia masih merasa mendapatkan wangsit sebagai keturunan kerajaan. “Walau sudah mengakui kalau bohong, esok hari kita tetap akan melakukan pemeriksaan psikologisnya untuk dicek kondisi kejiwaan pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana di Semarang, Senin (20/1/2020) lalu.

Iskandar mengatakan, usai dilakukan pengecekan oleh beberapa ahli sejarah, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat ternyata bukan keturunan dari kerajaan Mataram dan Majapahit atau kerajaan-kerajaan yang lainnya. “Sudah kita cek dan pastikan bahwa saudara Toto dan Fanni tidak mempunyai silsilah keturunan raja dan juga garis keturunan dari Kerajaan Mataram maupun Majapahit,” kata Iskandar.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi anggota Keraton Agung Sejagat yang sudah terjerumus untuk segera menyadari dan tidak melanjutkan kegiatannya. Kemudian tidak lagi menyebarkan paham Keraton Agung Sejagat kepada warga yang lainnya

“Saya berharap anggota-anggota Keraton Agung Sejagat untuk berhenti. Sudah banyak pihak yang merasa dirugikan. Jangan sampai paham ini dilanjutkan untuk disebarkan kepada masyarakat luas,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed