oleh

Akal-Akalan Soal Harun Masiku, Gerindra Sebut Menteri Yasonna Tak Tahu Malu!

indonesaiakita.co – Mantan Caleg PDI-Perjuangan, Harun Masiku yang kini menjadi buronan ternyata masih berada di Indonesia sejak 7 Januari 2020 lalu. Kondisi ini dipertanyakan oleh Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa yang menyebutkan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tak tahu malu.

“Pertama, Pak Laoly susah membedakan antara dia sebagai menteri dan orang partai. Masa kita percaya omongan dia? Harusnya dia malu kan?” kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, hari ini.

Bahkan menurutnya, Yasonna tidak memiliki wibawa, sebab Dirjen Imigrasi berbeda pendapat dengan Yasonna. Ia menyindir, apabila Yasonna berwibawa, maka Dirjen akan ikut berbohong mengenai keberadaan Harun.

“Ada apa dengan kepemimpinan menteri Laoly di Kemenkum HAM yang berbeda dengan dirjen imigrasi. Berarti kan menteri tidak punya wibawa. Kalau menteri punya wibawa, dirjen imigrasi ikut menutupi berbohong, ya berarti kan enggak punya wibawa,” ketusnya.

Selain itu, adanya alasan Dirjen Imigrasi yang menyebut ada keterlambatan data imigrasi menurut Desmond tidak masuk akal. Wakil Ketua Komisi III itu juga menyinggung soal etika politik Yasonna yang ikut konpers tim hukum DPP PDI-P beberapa waktu lalu.

“Dia sebagai pejabat negara itu kan masalah etika politik saja. Etika politik ya lucu-lucuan sajalah hari ini. Hukum saja enggak jelas apalagi etika politik,”sambung Desmond

Aktivis 98 ini juga mengungkit pernyataan Ketua KPK yang meminta agar pihak yang mengetahui posisi Harun melapor pada KPK.
“Pimpinan KPK bilang apa? Laporkan ke saya. Itu kan lucu. Kenapa KPK enggak pro aktif, jadi kalau kita bahas satu-satu pusing saya. Ini ada yang lucu banget. Masa kita harus laporkan, hey ada orang di sini. Harusnya dia kan yg melakukan penangkapan. Kondisi negara sedang dalam darurat akal sehat,” pungkasnya.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, bahwa keberadaan Harun bermula dari operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Wahyu Setiawan, pada 8 Januari lalu. Di hari yang sama KPK gagal menangkap Harun.

Dimana Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyatakan Harun berada di Singapura sejak 6 Januari. Namun beredar kabar Harun diduga sudah ada di Indonesia pada keesokan harinya.

Hal ini membuat sejumlah media kesulitan dalam menggali informasi, karena pejabat menyebutkan, Harun masih di luar negeri. “Pokoknya masih belum di Indonesia,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Sedangkan Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan tidak tahu.

Belakangan istri Harun, Hildawati Jamrin, membenarkan suaminya sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari lalu. Belakangan pihak Imigrasi meralat pernyataan mereka.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie mengatakan ada keterlambatan data sehingga mereka tak tahu Harun sudah pulang ke Indonesia. (Fel)

Komentar

News Feed