oleh

KPK Akan Pidanakan Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku

indonesiakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa pihak tertentu yang sengaja menyembunyikan Harun Masiku akan diganjar ancaman pidana. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, hal tersebut seduai dengan UU yang ada.

“Sangat memungkinkan (diterapkan Pasal 21) bagi siapapun di dalam proses penyidikan dan penuntutan yang menghalangi kerja-kerja dari penyidikan maupun penuntutan,” ujarnya, tadi malam.

Diketahui, Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsiyang dirujuk oleh KPK atas kasus tersebut.

Tak hanya mereka yang berusaha menutup-nutupi keberadaan Harun, menurut Ali,
Selain itu, KPK juga menurutnya tak ragu menerapkan pasal tersebut kepada pihak-pihak yang mencoba memengaruhi Harun untuk tidak kooperatif terhadap penegakan hukum. “Termasuk juga nanti ke depan kalau nanti penuntutan terjadi, ya, kita bisa terapkan Pasal 21,” tegasnya lagi.

Ali mengatakan, keterangan Harun sangat dibutuhkan untuk mengembangkan perkara dugaan suap pengurusan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 ini.
Harun diminta bersikap kooperatif. Karena hal itu akan menjadi pertimbangan keringanan hukuman.
“Tentunya siapapun yang tidak kooperatif akan dipertimbangkan menjadi alasan yang memberatkan,” tutupnya.

Sebelunya, lembaga antirasuah itu telah menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2020. Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Dimana pemberian suap untuk Wahyu tersebut diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Atas kasus tersebut, Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta. (Waw)

Komentar

News Feed