oleh

Demokrat Kaitkan Skandal Jiwasraya dengan Pilpres 2019

indonesiakita.co – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman melihat ada hal yang mencurigakan dalam kasus Jiwasraya. Terlebih ia menilai ada urusan Pilpres 2019 dalam kasus skandal tersebut.

Dan salah satu yang menjadi perhatiannya yakni, nama Hary Prasetyo yang disebut-sebut sebagai Direktur Keuangan Jiwasraya, dan juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP).

Benny mendesak Jaksa Agung juga memanggil menteri BUMN, Menteri Keuangan dan bos OJK untuk mengungkap kasus ini secara keseluruhan. Dia yakin, pihak-pihak tersebut ikut bertanggung jawab.

“Jadi bukan hanya follow the money, tetapi follow the people, follow the man. Kan gitu dia. Money man juga. Nah, kalau follow the man tadi, ada namanya siapa tadi. Yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, mantan direktur keuangan, Harry Prasetyo,” jtegasnya.

Politikus Demokrat itu yakin jika jaksa agung menggunakan metode ikuti siapa yang bermain maka akan ketemu ujung pangkalnya. Apalagi, Harry pernah menjabat di Istana.

“Kalau follow the people, follow the man. Maka apakah Harry Prasetyo ini yang pernah menjadi Tenaga Ahli utama KSP. Itu kan. Nah ini follow the people ini. Jadi, kalau si Harry Prasetyo tadi pernah menjadi direktur keuangan 2008-2018, kemudian Pak Jaksa Agung yang dia jadi Tenaga Ahli Utama di KSP itu tahun berapa?” terang Benny.

Politis Demokrat ini juga merasa penasaran dengan sosok yang membawa Harry masuk ke KSP. Dia juga meminta Jaksa Agung mengungkap hal tersebut.

“Follow the money, susah. Ikut manusianya. Harry Prasetyo pernah di KSP dua tahun atau lima tahun atau setahun. Dan menjadi tenaga ahli utama di sana, mestinya dipanggil, siapa yang bawa dia ke sana. Kan gitu Pak.

“Jangan jangan follow the money follow the people tadi ada hubungannya dengan pemilihan umum 2019 yang lalu. Kan gitu Pak. Ya aku gak tahu itulah. Tapi ini kan ada konsistensi Pak, ada kasus Jiwasraya ini main begitu canggih begitu halus, dari Istana dikendalikan, kan gitu, kalau betul Istana,” tambah dia.

“Makanya saya ingin tahu. Apa betul, kok lama-lama istana ini jadi bungkam maling maling ini, gimana. Ini harus dibuka. Harus dibuka. Tapi kan saya enggak tahu. Betul enggak. Jangan jangan Prasetyo yang lain, makanya saya tanya. Apa betul yang dimaksudkan ini,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan, Hary tak memiliki hubungan khusus dengan KSP. Meskipun, diakuinya Hary pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di KSP. “Enggak ada, hubungan apa lagi. Kita kemarin hubungan kerja saja,” ujar Moeldoko singkat, di Gedung Bina Graha, Jakarta, kemarin. (Fel)

Komentar

News Feed